My life is My World … Inspiring People … Give the best everytime

Berbagi … Menelisik Makna …

Bekasi, 08 Desember 2011

10 Muharram yang lalu, merupakan sebuah momen yang menarik, lebaran anak yatim, itu yang bapak, mamah, paman, bibi, kakek, dan nenek bilang. Kadang mungkin kita sering berpikir, capek-capek amet ngurusin orang lain, urusan diri sendiri aja ga beres-beres, tapi sob gue punya keyakinan mungkin aja Allah memberi jalan setiap urusan kita lewat urusan orang lain yang coba kita urus. Berbagi insya Allah gak akan buat kita miskin.

Selasa kemarin, ada acara santunan anak yatim/piatu/yatim piatu di kampung nenek, santunannya memang tak seberapa, tapi senyum Alhamdulillah dapat terpancara dibibir mereka, walau Cuma sejenak. Gue jujur Prihatin banget. Gue nggak bisa ngebayangin, anak-anak sekecil mereka harus kehilangan ibu, ayah, bahkan keduanya. Gue jadi malu sendiri, kadang gue suka susah dibilangin, banyak argumentasi, dan lupa bahwa seharusnya gue lebih bersyukur. Beberapa diantara mereka ada yang belum pernah lihat wajah ibu, ayah, bahkan keduanya, sebatang kara, harus dioper-oper (Koran kaleee) dari saudara/kerabat yang satu ke kerabat yang lain. Gue malu.

Ini di penghujung tahun 2011, masa millennium sudah ampir lewat, tapi pada kenyataannya gue masih ngeliat banyak sodara-sodara kita yang kurang beruntung. Ada beberapa diantara mereka yang harus putus sekolah padahal mereka masih semangat, Sob, bayangin aja alasan ekonomi emang klise, tapi memang cuma itu alasan utama yang mereka lontarkan. Gue sedikit menghibur diri, kan sekolah sekarang gratis, so apalagi alasannya ? Helooo, buku, seragam, ongkosnya gimana ? gue bingung jadinya, ya juga ya. Alhamdulillah, sekarang ada program pemerintah wajib belajar 12 tahun, dan gue mengapresiasinya, semoga berjalan lancar dan sesuai harapan, lebih-lebih harapan gue bisa wajib belajar sampe S3 (woi yang danain siapa ? (ya namanya mimpi, kali aja jadi kenyataan).

Gini hari, cari kerja emang sulit, gue pernah dateng ke salah satu job fair untuk minimal pendidikan D3, sekali lagi gue tegesin minimal pendidikan D3, Subhanallah, ngantri tiketnya hampir mirip ngantri tiket timnas U-23 (yakin ? lo yang lebay kaleee), penderitaan belum berhenti sampe disitu, pas gue masuk, Astagfirullah, desek-desekan bo, udah mirip antri BBM atau nggak pembagian sembako gratis, AC ataupun sirkulasi udara udah gak kerasa, gue sedikit takjub, gue udah kayak gelandang tim sepak bola, yang harus nerobos-nerobos, segininya pengangguran ataupun pencarian kesejahteraan di negeri gue, Emang wirausaha jalan satu-satunya, gue ngelamun lagi GUE HARUS JADI ORANG KAYA….KAYA ILMU, AMAL, DAN HARTA (peace :) ), Nida Mariam (CEO nd international coorporation). Amin Ya Rabbal’alamin.

Sob balik lagi ke cerita gue, usut punya usut, ternyata diacara santunan tersebut ada sebuah keluarga yang memiliki anak sepuluh dan kepala keluarga mereka adalah ibunya, ayah mereka telah berpulang, jarak usia antar mereka sangat dekat, tetapi perekonomian mereka sangat prihatin, sampai-sampai pedihnya, ibu mereka untuk melahirkan anak terakhir mereka harus melahirkan dikandang domba, Sob, kandang domba gitu lho. Gue kadang-kadang suka ngeluh, coba ya rumah gue seribu hektar (mau bikin perkebunan sawit ????), coba ya kalau rumah gue di perumahan real estate, coba ya pager rumah gue pake remot, coba ya rumah gue halamannya bisa maen bulu tangkis, coba ya rumah gue ada CCTVnya, coba ya kalau rumah gue tingkat dua atau tingkat tiga, coba ya kalau rumah gue adanya kolam renang bukan kolam ikan, coba ya begini, coba ya begitu, gue tuh kalau dipikir-pikir inget dosa, kebanyakan nggak bersyukur, Alhamdulillah masih bisa kumpul sama keluarga dirumah yang nyaman walau sederhana.

Ok Sob, gue mau cerita lagi, diantara mereka juga ada yang statusnya bukan yatim ataupun piatu ataupun yatim piatu tetapi karena keberadaan orang tua mereka entah dimana, dan banyak yang tidak bertanggung jawab, kehidupan mereka jadi terlantar. Gue prihatin banget, kalau gue denger ada ayah yang meninggalkan keluargannya begitu aja, ada ibu yang menelantarakan keluarganya, bahkan ada orang tua yang meninggalkan anak-anaknya. Anak itu titipan Allah, yang bukan diciptakan untuk ditelantarkan tetapi untuk dibesarkan demi kemajuan bangsa, Negara, serta agama (gaya lo nid, kaya yang udah punya anak (biarin d: ). Kalau tiba-tiba diantara mereka ada yang jadi presiden atau pejabat rugi Bandar ga sih ? (lo pikir ikan kalee dibandarin). Who knows.

Lanjut lagi nih, selasa kemarin juga berkunjung, kebeberapa rumah, yang ternyata masih beralaskan tanah, berdindingkan anyaman bambu usang, tanpa penerangan, tanpa kamar mandi. Sob, lo bisa bayangin, kalau air ataupun listrik ga ada, gue mah jujur ga tahan pisan. Kagak bisa ngenet, kagak bisa nonton, kagak bisa mandiin kucing gue, kagak bisa nyiram taneman (HELLOO, itu mah gak important-important banget, warga butuh minum, butuh untuk cuci, butuh penerangan untuk belajar, penerangan untuk menerangi kegelapan). Pedih. Sob, tau nggak yang bikin gue pedih? Karena gue masih belum bisa membantu mereka, membantu dan membahagiakan orang-orang sekeliling ataupun sekitar gue, menikmati hidup yang lebih layak, dan mencoba hapus air mata mereka, gue aja hidup masih meminta bantuan orang tua, banyak ngeluh, makan Cuma sama telor atau mie instant rebek ngeluhnya (orang mah ga makan cuy). Semoga suatu saat, secepat mungkin, gue bisa membahagiaakan orang sekeliling dan sekitar gue, orang-orang Indonesia, orang-orang di dunia, gue nggak lagi cari-cari beberapa foundation buat subsidi beasiswa sekolah gue, tapi gue yang harus mensubsidi orang lain, nd foundation, insya Allah … dream will come true with stuggle and sincerity … AYO BERBAGI… :)

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” (Q.S. Ar-Rahman)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.