My life is My World … Inspiring People … Give the best everytime

Perjalanan Kami di PIMNAS 2010

Hari ini, Sabtu, 7 Agustus 2010, kutulis secarik kisah kehidupanku, tak ada maksud untuk apapun, aku hanya ingin berbagi. Semoga menjadi sebuah inspirasi untuk seluruh kawan-kawan seperjuangan yang lain, tetaplah optimis walau semuanya tak sesuai keadaan, Tetaplah yakin bahwa semua ini Allah sudah atur seindah mungkin.

Perjalan ini kuawali dari kegagalan yang kualami untuk kesekian kali, yang sudah membuatku berputus asa, tetapi kekuatan Allah selalu menopangku agar selalu berdiri, melawan semua ketidakberdayaanku, satu hal yang selalu ada dalam hidupku, ketika Allah memberiku kesempatan dan jalan, disitulah aku sebenarnya bisa berdiri, aku bisa bertahan, dan Allah beri itu untukku bukan untuk meratapi kegagalan yang terjadi, tetapi ada taman kupu-kupu yang indah, walaupun aku harus menunggu mereka menjadi kepompong.

Suatu hari, entah aku lupa kapan tepatnya, aku mendapatkan informasi mengenai sebuah pelatihan keprofesian yang diadakan PROINOV KM ITB, acaranya mungkin sangat sederhana, meski sejujurnya awalnya karena ada sertivikat, tetapi sungguh aku merasa termotivasi, melihat banyak orang berprestasi, mengejar impian, yang semula tak pernah terbayangkan, bayangkan seorang Aku, bisa seperti mereka, entah mengapa aku selalu merasa aku tak berhak, padahal kesuksesan adalah hak setiap orang dan semua orang bisa memiliki. Setelah aku mengikuti acara tersebut, aku bertekad ingin mencoba seperti mereka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang setiap tahunnya diselenggarakan, apa salahnya mencoba, kita tak kan pernah tau rasa kehidupan jika tak pernah mencoba, saatnya mencari rekan …..

Siang itu, selepas solat zuhur, aku menyandarkan kepalaku ditembok mushala kampusku, aku mencoba berbincang dengan beberapa kawanku, menawarkan mengikuti PKM, sayang tak seorangpun yang menyanggupi, ada yang sibuk, ada yang sudah memiliki kelompok, dengan berbagai alasan yang aku akui itu hak mereka, dan bagiku tak mengapa, aku mengerti, setiap orang memiliki prioritas dan kepentingan, aku menghargai, tapi aku tak putus asa, aku harus tetap mencari rekan. Namun, entah bagaimana ceritanya, seorang temanku mengikuti jejakku, menyandarkan kepalanya di tembok mushala, dan kami pun mengobrol , sebelumnya aku tak langsung menawarkan program itu padanya, karena aku tau beliau orang sibuk dan padat, namun entah juga mengapa obrolan kami semakin berbau ilmiah, tiba-tiba membahas daun putri malu, bonggol jagung, biji pepaya, namun diakhir percakapan, aku mencoba menawarkannya membuat tim bersamaku, aku tidak berharap banyak, namun di luar dugaan beliaupun menyanggupi, kami pun bersepakat mencari tema yang tepat, tapi timbul masalah baru, kami masih berdua ….

Siang hari berikutnya, di waktu yang sama seperti kemarin, aku bertemu dengan seorang kakak kelas, yang begitu ku hormati, karena keanggunannya, lalu kuberanikan diri untuk bertanya, apakah beliau berminat dengan PKM, lalu beliau mengiakan, dan ternyata, beliau mengajak 2 rekan se-lab yang lain, dan akhirnya tim kami terbentuk. Alhamdulillah.

Kami mencari berbagai literature, mencari tema, dan mencari pembimbing, dan akhirnya setelah berbagai pergantian judul, maka di H-1 kami memilih sebuah judul atas saran pembimbing kami, dengan pengembangan yang kami buat aplikasi di masyarakat. Walaupun sebenarnya hal itu begitu mengherankan pembimbing kami, karena harus melibatkan masyarakat. Tapi bagi kami, mengaplikasikan ilmu pada masyarakat jauh lebih baik.

Hari-hari bersama kami lalui, aku masih ingat ketika kami mengonsep bersama tentang program ini pada masyarakat, membuat proposal hingga malam, buru-buru menjilid karena sudah deadline, dan sebagainya, dan akhirnya Alhamdulillah proposal kami didanai. Dan saatnya kami terjun ke masyarakat.

Masih ku ingat, berbagai rintangan yang kami hadapi, mulai dari masyarakat yang awalnya sedikit mengikuti program kami, kami harus hujan-hujan, kami harus panas-panasan, kami harus keliling RW, kami harus berceramah bak tukang obat, kami harus berdeadline dalam mempersiapkan semuanya. Rasa malu, rasa letih sudah tak kami rasa. Yang masih membuatku kuat adalah sahabat-sahabat satu timku, yang tak pernah mengeluh, resah, khawatir, dan penyakit pembuat putus asa lainnya, mereka justru optimis, tersenyum, dan selalu ikhlas, dan itu pelajaran berharga untukku, yang masih menguatkanku, bahwa ilmu ini untuk umat, bukan untuk kita seorang.

Dan Subhanallah, Allah memberikan kami kesempatan untuk menuju perlombaan tingkat nasional di Bali, dan disitu aku menangis, begitu terenyuh, Mengapa Aku yang selalu mengeluh, aku yang selalu bersedih, Allah beri kesempatan yang luar biasa, entah menurut orang lain seperti apa, tetapi bagiku ini begitu berharga, masih ingat saat ku tulis di sebuah kertas tentang targetku 10 tahun kedepan, dan aku menulis, aku ingin naik pesawat, aku ingin pergi ke bali, dan aku ingin memenangkan lomba skala nasional, dan aku masih ingat, itu target tahun kedua dari 2009, dan semuanya datang lebih cepat, Maha Besar Allah.

Tetapi, yang terpenting bukan itu. Meski ku akui berpisah dengan rekan-rekan seperjuanganku berat, tetapi kami memiliki kehidupan masing-masing, yang kutangisi bukan perpisahan kami, tetapi untaian doa yang selalu mereka panjatkan untukku dan untuk kami, semoga untaian doa itu tak pernah lekang oleh waktu. Dan semua pengalaman itu, memberiku banyak pelajaran berharga. Ketika kita menghargai hidup, maka bermanfaatlah untuk orang lain, ketika kita menemukan kesedihan, berhentilah menangis dan mengumpat, tetaplah tenang dan bersabar, karena sedih tak akan pernah lama, dan karena Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan makhluknya.

Sungguh, kehidupan ini begitu maya, terkadang kita mengutuk keadaan, padahal sebenarnya kita yang tak sabar menunggu secercah cahaya itu tiba.  Jalan Allah itu selalu indah, kita selalu melihat perjalanan ini seperti duri, tanpa kita pernah berfikir bahwa duri itu bisa disingkirkan, dan kita bisa merajutnya menjadi hiasan taman.

Maha Sempurna Allah dan Maha Besar Allah ….

Semoga bisa menjadi insan yang lebih mendekatkan diri kepada-Nya

Menjadi insan yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama ….

Insya Allah

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.