<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>nida cps 007</title>
	<atom:link href="http://nidacps007.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nidacps007.wordpress.com</link>
	<description>My life is My World ... Inspiring People ... Give the best everytime</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 05:51:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nidacps007.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>nida cps 007</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nidacps007.wordpress.com/osd.xml" title="nida cps 007" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nidacps007.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Belajar dari Alam … Menembus Ketakutan … Menjelajahi Manglayang</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2012/01/06/belajar-dari-alam-menembus-ketakutan-menjelajahi-manglayang/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2012/01/06/belajar-dari-alam-menembus-ketakutan-menjelajahi-manglayang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 05:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[13 Januari 2011, menjelajahi Gunung Manglayang … Libur, mungkin semua orang senang, tapi tak jarang diantara kita yang merasa bosan, terkungkung aktivitas yang tak menentu. Kadang, aku merasa senang, dilain pihak aku juga terkadang bosan. Bukan salah waktu yang membosankan, tetapi kitalah yang terkadang tidak bisa mengolah waktu yang indah menjadi menyenangkan. Libur semester ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=81&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>13 Januari 2011, menjelajahi Gunung Manglayang …</em></strong></p>
<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2012/01/img_8987.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-82" title="IMG_8987" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2012/01/img_8987.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Libur, mungkin semua orang senang, tapi tak jarang diantara kita yang merasa bosan, terkungkung aktivitas yang tak menentu. Kadang, aku merasa senang, dilain pihak aku juga terkadang bosan. Bukan salah waktu yang membosankan, tetapi kitalah yang terkadang tidak bisa mengolah waktu yang indah menjadi menyenangkan.</p>
<p><span id="more-81"></span></p>
<p>Libur semester ini terasa berbeda, dimana kini aku  lebih bermain emosi dan hati, bukan kehendak. Meski masih deg-degan menunggu nilai semester ini keluar, aku berusaha berdoa, semoga Allah selalu memberi aku yang terbaik. Semester ini aku lebih pasrah, karena aku percaya bahwa Allah punya sesuatu yang baik, mungkin hari ini, nanti, ataupun seterusnya. Jangan mengeluh ataupun terus-menerus meratap.</p>
<p>Libur semester ini kuputuskan untuk mengerjakan tugas akhir, meskipun pada akhirnya aku harus menerima bahwa satu minggu aku harus rela menunggu. Sambil menunggu, kuputuskan untuk pulang dimalam tahun baru, dan syukur Alhamdulillah aku bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besarku, semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan-Nya kepada kami.</p>
<p>Nilai sudah keluar, ku ucap syukur kepada Allah SWT, meskipun ada rasa sesal, tapi aku harus lapang dada, semuanya punya resiko, kita harus tetap semangat, jika usaha dan doa kita sudah maksimal, Insya Allah, Allah akan member sesuai apa yang kita usahakan.</p>
<p>Pada waktu yang tak terduga, sahabat-sahabatku mengajakku menjelajahi gunung manglayang, yang berada di Jatinangor, memang gunung ini tak setinggi gunung-gunung lain di jawa barat, yang mendaki masih jarang, menurut beberapa orang tantangannya kurang, tapi bukan masalah, ini perjalanan dan pengalaman. Awalnya sedikit urung, karena sudah lama tidak menjelajah, dan kondisi fisik yang kurang fit, ternyata ada masalah dengan imunitas tubuhku, padahal awalnya kukira karena eksperimen instantku . Tapi mungkin dengan izin Allah, akupun memutuskan pergi, berharap aku bisa banyak belajar dari perjalanan ini.</p>
<p>Perjalan dimulai dari pangkalan dipati ukur, perjalan menggunakan bus DAMRI untuk ketiga kalinya, sekarang aku sudah mulai terbiasa, dan tidak heran dengan aktivitas yang ada, hari itu hujan mengguyur kota bandung dan sekitarnya, namun itu semua tak menghambat niat kami untuk mendaki. Perjalan dari dipati ukur menuju Jati Nangor memakan waktu kurang lebih 1.5 jam.</p>
<p>Disini ada sepotong cerita selipan yang lucu, sahabat kami yang lain seorang mahasiswi UNPAD telah menunggu kami di PANGDAM, awalnya kami kita PANGDAM itu seperti kantor tentara, dengan inisiatif tinggi kami menuju kampus IPDN, yang ada patung seperti jendral, kami Tanya kepada seorang tukang kebun yang sedang membersihkan halaman depan kampus itu, dan beliau menjawab<em> “disini mah tidak ada PANGDAM neng, adanya juga ABRI, itu juga di dalem”.</em> Dan ternyata setelah 30 menit berkeliling, ternyata PANGDAM singkatan dari pangkalan DAMRI, tempat kami turun tadi. Ternyata komunikasi itu penting, kami pun tersenyum geli….</p>
<p>Perjalan kami lanjutkan, tanpa angkot, tanpa ojek, ataupun sejenisnya, kami berjalan benar-benar dari titik 0. Awalnya aku berfikir, sepertinya aku tak kuat, tapi kutepis semuanya. Kami melewati kampus UNWIM yang kini menjadi milik ITB, bagus dan luas pikirku, udara disini lebih sejuk, dan tidak se-<em>crowded</em> di bandung.</p>
<p>Kampus UNPAD jatinangor sudah habis kami telusuri, dan perjalan ini masih jauh. Bumi perkemahan pun telah kita lewati, tugu bertahtakan tunas pramuka itu mengingatkanku akan kegiatan pramuka beberapa tahun silam. Kami melewati track kiara payung. Kami begitu menikmati hari ini, hari ini pikiran terbebaskan, rasa sakitpun tak kurasa, aku masih menunda bebanku yang harus kuhadapi esok.</p>
<p>Kami terus berjalan, nafas ini mulai terengah, dadaku mulai sakit, sudah lama ini tak kulakukan, tapi aku masih bertahan. Sepanjang jalan kami bertemu dengan warga sekitar, mungkin banyak orang heran kami se-nekad itu, tak ada sedikitpun hasrat untuk membahayakan diri, merasa paling hebat, ataupun kita paling mampu. Tetapi satu hal yang ingin kami ingin dapatkan kebersamaan. Aku bangga dengan teman-temanku yang tak pernah mematahkan semangatku, dan selalu menghiburku bahwa perjalanan tinggal sedikit lagi, meski aku tau jalan ini masih panjang. Aku juga bangga pada teman-temanku yang tak pernah bosan membantuku hingga sampai ke tempat tujuan, yang tak pernah bosan menungguku ketikaku letih, dan tak pernah bosan yang mendengar keluhanku, <em>“masih jauh ya ?”</em> atau <em>“lama bener ya” </em>atau <em>“boleh istirahat bentar ga?”</em> Atau keluhan lainnya.</p>
<p>Perjalan ini sangat panjang, dan ini menambah rekam jejak petualangan-petualanganku yang lain. Kami merayap, menyerodot, terjatuh, terkena duri, menerobos kebun warga, merangkak, mencoba berdiri di kemiringan kurang dari 45<sup>o</sup>, tersesat di jalan, dan petualang-petualang menantang lainnya, tapi kami masih bangkit. Motivasi kami lainya adalah petani sekitar gunung, baik bapak-ibu, tua-muda, mereka begitu gigihnya bertani, menaiki gunung dan menuruni gunung, sama seperti kami, tetapi mereka lakukan setiap hari, untuk mencari nafkah, yang mungkin tak seberapa, tapi tak kudengar sedikitpun rasa keluh dan bosan, karena mereka memerlukannya, ironis, perjuangan mereka yang sekeras itu tak sebanding dengan penghasilannya, meski terkadang kita menyia-nyiakan apa yang mereka hasilkan seperti membuang sisa makanan yang tak kita habiskan. Sepanjang perjalanan banyak laba-laba raksasa, ular yang tergilas/terinjak kendaraan, namun kami tepis semua ketakutan itu, kami memang perempuan, tetapi bukan alas an untuk berhenti, kita memang diciptakan lemah, tapi bukan lemah terhadap keadaan, yang terpenting dari semua itu, kita harus punya safety dan memahami keadaan kita, jangan memaksakan.</p>
<p>Shalat di alam bebas, mengambil wudhu dari mata air, membasuh wajah dari sungai bening yang mengalir, makan bersama di kaki gunung, istirahat dibeberapa tempat, memberikan sensasi yang berbeda. Nafas ini begitu lega, bebas asap pabrik, kendaraan, ataupun rokok. Meski aku khawatir, karena di kaki gunung dan beberapa gunung disamping Manglayang, banyak yang gundul, banyak yang membuka lahan perkebunan, lereng jadi begitu terlihat, pohon-pohon kuat tidak berpijak, entah keindahan ini masih bisa bertahan lama. Berbagi makanan dengan anak-anak diperjalanan juga memberikan rasa tersendiri. Dan yang paling penting aku bisa mendapatkan gambar yang bagus dari foto-fotoku, mengasah ilmu dan belajar dari alam memberikan “<em>chemistry”</em> yang sangat baik.</p>
<p>Selepas ashar, kami pun turun, karena mengejar bus pulang. Tak disangka Alhamdulillah, masih banyak orang baik yang menawarkan tumpangan turun, setelah 2.5 jam perjalanan turun, kamipun mendapat tumpangan. Alhamdulillah kami mendapatkan bus pulang, perjalanan ini melelahkan, tapi aku menikmatinya. Banyak pelajaran yang dapat kuambil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Toward Manglayang Mountain is the best experience,</em></p>
<p><em>Never ending story for this adventure</em></p>
<p><em>Thanks For All My Friends, Who always hold my hand, who always make me happy, who always stand inside me…</em></p>
<p><em>Sorry for my mistakes …</em></p>
<p><em>Allah bless Us, PETAK (Perempuan Tangguh Kimia) always stay in my heart … </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=81&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2012/01/06/belajar-dari-alam-menembus-ketakutan-menjelajahi-manglayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2012/01/img_8987.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_8987</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Kami di PIMNAS 2010</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/perjalanan-kami-di-pimnas-2010/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/perjalanan-kami-di-pimnas-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 07:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Sabtu, 7 Agustus 2010, kutulis secarik kisah kehidupanku, tak ada maksud untuk apapun, aku hanya ingin berbagi. Semoga menjadi sebuah inspirasi untuk seluruh kawan-kawan seperjuangan yang lain, tetaplah optimis walau semuanya tak sesuai keadaan, Tetaplah yakin bahwa semua ini Allah sudah atur seindah mungkin. Perjalan ini kuawali dari kegagalan yang kualami untuk kesekian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=75&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_3156.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-76" title="IMG_3156" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_3156.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Hari ini, Sabtu, 7 Agustus 2010, kutulis secarik kisah kehidupanku, tak ada maksud untuk apapun, aku hanya ingin berbagi. Semoga menjadi sebuah inspirasi untuk seluruh kawan-kawan seperjuangan yang lain, tetaplah optimis walau semuanya tak sesuai keadaan, Tetaplah yakin bahwa semua ini Allah sudah atur seindah mungkin.</p>
<p>Perjalan ini kuawali dari kegagalan yang kualami untuk kesekian kali, yang sudah membuatku berputus asa, tetapi kekuatan Allah selalu menopangku agar selalu berdiri, melawan semua ketidakberdayaanku, satu hal yang selalu ada dalam hidupku, ketika Allah memberiku kesempatan dan jalan, disitulah aku sebenarnya bisa berdiri, aku bisa bertahan, dan Allah beri itu untukku bukan untuk meratapi kegagalan yang terjadi, tetapi ada taman kupu-kupu yang indah, walaupun aku harus menunggu mereka menjadi kepompong.</p>
<p><span id="more-75"></span></p>
<p>Suatu hari, entah aku lupa kapan tepatnya, aku mendapatkan informasi mengenai sebuah pelatihan keprofesian yang diadakan PROINOV KM ITB, acaranya mungkin sangat sederhana, meski sejujurnya awalnya karena ada sertivikat, tetapi sungguh aku merasa termotivasi, melihat banyak orang berprestasi, mengejar impian, yang semula tak pernah terbayangkan, bayangkan seorang Aku, bisa seperti mereka, entah mengapa aku selalu merasa aku tak berhak, padahal kesuksesan adalah hak setiap orang dan semua orang bisa memiliki. Setelah aku mengikuti acara tersebut, aku bertekad ingin mencoba seperti mereka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang setiap tahunnya diselenggarakan, apa salahnya mencoba, kita tak kan pernah tau rasa kehidupan jika tak pernah mencoba, saatnya mencari rekan …..</p>
<p>Siang itu, selepas solat zuhur, aku menyandarkan kepalaku ditembok mushala kampusku, aku mencoba berbincang dengan beberapa kawanku, menawarkan mengikuti PKM, sayang tak seorangpun yang menyanggupi, ada yang sibuk, ada yang sudah memiliki kelompok, dengan berbagai alasan yang aku akui itu hak mereka, dan bagiku tak mengapa, aku mengerti, setiap orang memiliki prioritas dan kepentingan, aku menghargai, tapi aku tak putus asa, aku harus tetap mencari rekan. Namun, entah bagaimana ceritanya, seorang temanku mengikuti jejakku, menyandarkan kepalanya di tembok mushala, dan kami pun mengobrol , sebelumnya aku tak langsung menawarkan program itu padanya, karena aku tau beliau orang sibuk dan padat, namun entah juga mengapa obrolan kami semakin berbau ilmiah, tiba-tiba membahas daun putri malu, bonggol jagung, biji pepaya, namun diakhir percakapan, aku mencoba menawarkannya membuat tim bersamaku, aku tidak berharap banyak, namun di luar dugaan beliaupun menyanggupi, kami pun bersepakat mencari tema yang tepat, tapi timbul masalah baru, kami masih berdua ….</p>
<p>Siang hari berikutnya, di waktu yang sama seperti kemarin, aku bertemu dengan seorang kakak kelas, yang begitu ku hormati, karena keanggunannya, lalu kuberanikan diri untuk bertanya, apakah beliau berminat dengan PKM, lalu beliau mengiakan, dan ternyata, beliau mengajak 2 rekan se-lab yang lain, dan akhirnya tim kami terbentuk. Alhamdulillah.</p>
<p>Kami mencari berbagai literature, mencari tema, dan mencari pembimbing, dan akhirnya setelah berbagai pergantian judul, maka di H-1 kami memilih sebuah judul atas saran pembimbing kami, dengan pengembangan yang kami buat aplikasi di masyarakat. Walaupun sebenarnya hal itu begitu mengherankan pembimbing kami, karena harus melibatkan masyarakat. Tapi bagi kami, mengaplikasikan ilmu pada masyarakat jauh lebih baik.</p>
<p>Hari-hari bersama kami lalui, aku masih ingat ketika kami mengonsep bersama tentang program ini pada masyarakat, membuat proposal hingga malam, buru-buru menjilid karena sudah deadline, dan sebagainya, dan akhirnya Alhamdulillah proposal kami didanai. Dan saatnya kami terjun ke masyarakat.</p>
<p>Masih ku ingat, berbagai rintangan yang kami hadapi, mulai dari masyarakat yang awalnya sedikit mengikuti program kami, kami harus hujan-hujan, kami harus panas-panasan, kami harus keliling RW, kami harus berceramah bak tukang obat, kami harus berdeadline dalam mempersiapkan semuanya. Rasa malu, rasa letih sudah tak kami rasa. Yang masih membuatku kuat adalah sahabat-sahabat satu timku, yang tak pernah mengeluh, resah, khawatir, dan penyakit pembuat putus asa lainnya, mereka justru optimis, tersenyum, dan selalu ikhlas, dan itu pelajaran berharga untukku, yang masih menguatkanku, bahwa ilmu ini untuk umat, bukan untuk kita seorang.</p>
<p>Dan Subhanallah, Allah memberikan kami kesempatan untuk menuju perlombaan tingkat nasional di Bali, dan disitu aku menangis, begitu terenyuh, Mengapa Aku yang selalu mengeluh, aku yang selalu bersedih, Allah beri kesempatan yang luar biasa, entah menurut orang lain seperti apa, tetapi bagiku ini begitu berharga, masih ingat saat ku tulis di sebuah kertas tentang targetku 10 tahun kedepan, dan aku menulis, aku ingin naik pesawat, aku ingin pergi ke bali, dan aku ingin memenangkan lomba skala nasional, dan aku masih ingat, itu target tahun kedua dari 2009, dan semuanya datang lebih cepat, Maha Besar Allah.</p>
<p>Tetapi, yang terpenting bukan itu. Meski ku akui berpisah dengan rekan-rekan seperjuanganku berat, tetapi kami memiliki kehidupan masing-masing, yang kutangisi bukan perpisahan kami, tetapi untaian doa yang selalu mereka panjatkan untukku dan untuk kami, semoga untaian doa itu tak pernah lekang oleh waktu. Dan semua pengalaman itu, memberiku banyak pelajaran berharga. Ketika kita menghargai hidup, maka bermanfaatlah untuk orang lain, ketika kita menemukan kesedihan, berhentilah menangis dan mengumpat, tetaplah tenang dan bersabar, karena sedih tak akan pernah lama, dan karena Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan makhluknya.</p>
<p>Sungguh, kehidupan ini begitu maya, terkadang kita mengutuk keadaan, padahal sebenarnya kita yang tak sabar menunggu secercah cahaya itu tiba.  Jalan Allah itu selalu indah, kita selalu melihat perjalanan ini seperti duri, tanpa kita pernah berfikir bahwa duri itu bisa disingkirkan, dan kita bisa merajutnya menjadi hiasan taman.</p>
<p>Maha Sempurna Allah dan Maha Besar Allah ….</p>
<p>Semoga bisa menjadi insan yang lebih mendekatkan diri kepada-Nya</p>
<p>Menjadi insan yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama ….</p>
<p>Insya Allah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=75&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/perjalanan-kami-di-pimnas-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_3156.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3156</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi … Menelisik Makna …</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/berbagi-menelisik-makna/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/berbagi-menelisik-makna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 06:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Bekasi, 08 Desember 2011 10 Muharram yang lalu, merupakan sebuah momen yang menarik, lebaran anak yatim, itu yang bapak, mamah, paman, bibi, kakek, dan nenek bilang. Kadang mungkin kita sering berpikir, capek-capek amet ngurusin orang lain, urusan diri sendiri aja ga beres-beres, tapi sob gue punya keyakinan mungkin aja Allah memberi jalan setiap urusan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=66&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bekasi, 08 Desember 2011</p>
<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_8912edit.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-67" title="IMG_8912EDIT" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_8912edit.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p>10 Muharram yang lalu, merupakan sebuah momen yang menarik, lebaran anak yatim, itu yang bapak, mamah, paman, bibi, kakek, dan nenek bilang. Kadang mungkin kita sering berpikir, capek-capek amet ngurusin orang lain, urusan diri sendiri aja ga beres-beres, tapi sob gue punya keyakinan mungkin aja Allah memberi jalan setiap urusan kita lewat urusan orang lain yang coba kita urus. Berbagi insya Allah gak akan buat kita miskin.</p>
<p><span id="more-66"></span></p>
<p>Selasa kemarin, ada acara santunan anak yatim/piatu/yatim piatu di kampung nenek, santunannya memang tak seberapa, tapi senyum Alhamdulillah dapat terpancara dibibir mereka, walau Cuma sejenak. Gue jujur Prihatin banget. Gue nggak bisa ngebayangin, anak-anak sekecil mereka harus kehilangan ibu, ayah, bahkan keduanya. Gue jadi malu sendiri, kadang gue suka susah dibilangin, banyak argumentasi, dan lupa bahwa seharusnya gue lebih bersyukur. Beberapa diantara mereka ada yang belum pernah lihat wajah ibu, ayah, bahkan keduanya, sebatang kara, harus dioper-oper <em>(Koran kaleee)</em> dari saudara/kerabat yang satu ke kerabat yang lain. Gue malu.</p>
<p>Ini di penghujung tahun 2011, masa millennium sudah ampir lewat, tapi pada kenyataannya gue masih ngeliat banyak sodara-sodara kita yang kurang beruntung. Ada beberapa diantara mereka yang harus putus sekolah padahal mereka masih semangat, Sob, bayangin aja alasan ekonomi emang klise, tapi memang cuma itu alasan utama yang mereka lontarkan. Gue sedikit menghibur diri, kan sekolah sekarang gratis, so apalagi alasannya ? Helooo, buku, seragam, ongkosnya gimana ? gue bingung jadinya, ya juga ya. Alhamdulillah, sekarang ada program pemerintah wajib belajar 12 tahun, dan gue mengapresiasinya, semoga berjalan lancar dan sesuai harapan, lebih-lebih harapan gue bisa wajib belajar sampe S3 <em>(woi yang danain siapa ? (ya namanya mimpi, kali aja jadi kenyataan)</em>.</p>
<p>Gini hari, cari kerja emang sulit, gue pernah dateng ke salah satu job fair untuk minimal pendidikan D3, sekali lagi gue tegesin minimal pendidikan D3, Subhanallah, ngantri tiketnya hampir mirip ngantri tiket timnas U-23<em> (yakin ? lo yang lebay kaleee)</em>, penderitaan belum berhenti sampe disitu, pas gue masuk, Astagfirullah, desek-desekan bo, udah mirip antri BBM atau nggak pembagian sembako gratis, AC ataupun sirkulasi udara udah gak kerasa, gue sedikit takjub, gue udah kayak gelandang tim sepak bola, yang harus nerobos-nerobos, segininya pengangguran ataupun pencarian kesejahteraan di negeri gue, Emang wirausaha jalan satu-satunya, gue ngelamun lagi GUE HARUS JADI ORANG KAYA….KAYA ILMU, AMAL, DAN HARTA <em>(peace <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</em>, Nida Mariam <em>(CEO nd international coorporation)</em>. Amin Ya Rabbal’alamin.</p>
<p>Sob balik lagi ke cerita gue, usut punya usut, ternyata diacara santunan tersebut ada sebuah keluarga yang memiliki anak sepuluh dan kepala keluarga mereka adalah ibunya, ayah mereka telah berpulang, jarak usia antar mereka sangat dekat, tetapi perekonomian mereka sangat prihatin, sampai-sampai pedihnya, ibu mereka untuk melahirkan anak terakhir mereka harus melahirkan dikandang domba, Sob, kandang domba gitu lho. Gue kadang-kadang suka ngeluh, coba ya rumah gue seribu hektar <em>(mau bikin perkebunan sawit ????)</em>, coba ya kalau rumah gue di perumahan real estate, coba ya pager rumah gue pake remot, coba ya rumah gue halamannya bisa maen bulu tangkis, coba ya rumah gue ada CCTVnya, coba ya kalau rumah gue tingkat dua atau tingkat tiga, coba ya kalau rumah gue adanya kolam renang bukan kolam ikan, coba ya begini, coba ya begitu, gue tuh kalau dipikir-pikir inget dosa, kebanyakan nggak bersyukur, Alhamdulillah masih bisa kumpul sama keluarga dirumah yang nyaman walau sederhana.</p>
<p>Ok Sob, gue mau cerita lagi, diantara mereka juga ada yang statusnya bukan yatim ataupun piatu ataupun yatim piatu tetapi karena keberadaan orang tua mereka entah dimana, dan banyak yang tidak bertanggung jawab, kehidupan mereka jadi terlantar. Gue prihatin banget, kalau gue denger ada ayah yang meninggalkan keluargannya begitu aja, ada ibu yang menelantarakan keluarganya, bahkan ada orang tua yang meninggalkan anak-anaknya. Anak itu titipan Allah, yang bukan diciptakan untuk ditelantarkan tetapi untuk dibesarkan demi kemajuan bangsa, Negara, serta agama<em> (gaya lo nid, kaya yang udah punya anak (biarin d: )</em>. Kalau tiba-tiba diantara mereka ada yang jadi presiden atau pejabat rugi Bandar ga sih ? <em>(lo pikir ikan kalee dibandarin)</em>. Who knows.</p>
<p>Lanjut lagi nih, selasa kemarin juga berkunjung, kebeberapa rumah, yang ternyata masih beralaskan tanah, berdindingkan anyaman bambu usang, tanpa penerangan, tanpa kamar mandi. Sob, lo bisa bayangin, kalau air ataupun listrik ga ada, gue mah jujur ga tahan pisan. Kagak bisa ngenet, kagak bisa nonton, kagak bisa mandiin kucing gue, kagak bisa nyiram taneman (HELLOO, itu mah gak important-important banget, warga butuh minum, butuh untuk cuci, butuh penerangan untuk belajar, penerangan untuk menerangi kegelapan). Pedih. Sob, tau nggak yang bikin gue pedih? Karena gue masih belum bisa membantu mereka, membantu dan membahagiakan orang-orang sekeliling ataupun sekitar gue, menikmati hidup yang lebih layak, dan mencoba hapus air mata mereka, gue aja hidup masih meminta bantuan orang tua, banyak ngeluh, makan Cuma sama telor atau mie instant rebek ngeluhnya (orang mah ga makan cuy). Semoga suatu saat, secepat mungkin, gue bisa membahagiaakan orang sekeliling dan sekitar gue, orang-orang Indonesia, orang-orang di dunia, gue nggak lagi cari-cari beberapa foundation buat subsidi beasiswa sekolah gue, tapi gue yang harus mensubsidi orang lain, nd foundation, insya Allah … dream will come true with stuggle and sincerity … AYO BERBAGI&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” (Q.S. Ar-Rahman)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=66&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/berbagi-menelisik-makna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_8912edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_8912EDIT</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUJAN</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/hujan/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 06:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[22 NOVEMBER 2011 &#160; Gue paling suka kalau ada hujan. Gue juga nggak ngerti kenapa gitu, gue suka aja sama bau tanah yang dibasahi air, gue suka mendungnya, gue suka tetesan airnya, gue juga suka sejuknya. Meski orang tua , nenek, ataupun bibi gue pasti uring-uringan kalau ada hujan, JEMURAN ANGKAT!, apalagi kalau hujannya gede orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=62&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>22 <em>NOVEMBER 2011</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/p1010115.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-64" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/p1010115.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Gue paling suka kalau ada hujan. Gue juga nggak ngerti kenapa gitu, gue suka aja sama bau tanah yang dibasahi air, gue suka mendungnya, gue suka tetesan airnya, gue juga suka sejuknya. Meski orang tua , nenek, ataupun bibi gue pasti uring-uringan kalau ada hujan, JEMURAN ANGKAT!, apalagi kalau hujannya gede orang tua gue pasti lebih deg-degan, maklum kalau rumah didaerah banjir, selalu siaga setiap saat.</p>
<p><span id="more-62"></span><!--more--></p>
<p>Dulu, gue seneng banget kalau banjir, bisa maen air, ombak dadakan dari mobil yang lewat, tapi semenjak gue pernah masuk selokan gara gara ketawa-ketiwi pas banjir dan gak keliatan ada lubang, gue jatuh, terperosok, kaki gue lebam, gue nangis sejadi-jadi, sandal gue pake acara ilang juga, gue jadi ikut males kalau ada banjir, apalagi pas gue sekarang udah gede, gue kebagian beberes, kerja bakti cuy, nyikatnya, ngepelnya, full tenaga dan antiseptik. Sekarang aja rumah gue, udah kaya rumah halang rintang, pager depan ditinggiin, halaman depan ditinggiin, semua pintu depan dikasih semen kayak tanggul biar air kalau banjir nggak masuk. Setiap hujan besar, emang kadang banjir, dan semua itu menimbulkan banyak ide-ide, mulai dari ngecor jalan, nguras selokan, ninggiin halaman, bikin tembok penghalang, sampai bikin kaki furniture biar nggak cepet rusak kena air. Meskipun banjir kaya udah biasa, biasa beberes, biasa macet, biasa ngedorong kalau mogok, biasa nerobos kalau terperangkap banjir yang agak dalem. Tapi tetep aja gue suka hujan, tapi hujan yang nggak pake acara banjir.</p>
<p>Gue jujur emang takut kalau liat petir ama kilat saling bersahutan, kayak di film-film horor, dulu gue suka tutup kuping, taunya malah makin keras abis itu jadi rada budek pas dibuka penutupnya. Tapi hujan itu buat banyak inspirasi, saking banyak inpirasinya, gue waktu SD sering ngarang cerita serem, cerita yang masih gue inget, adalah cerita tentang perempuan baju merah yang membawa payung ketika hujan tapi pas diliat mukanya gak ada, inspirasinya sih gue liat perempuan pake baju merah pas ujan-ujan, tapi itu orang, gue lebay-lebayin aja, astagfirullah, terus gue bilang aja, itu perempuan kesamber petir abis itu meninggal, jadi kalau hujan dia suka muncul, kacau banget, ceritanya gak mendidik meski imajinatif, dasar gue! dari kecil aja suka ngehayal.</p>
<p>Gue paling suka kalau hujan dirumah nenek gue yang di cimahi, Ayo tebak kenapa ? soalnya jendelanya bisa dibuka <em>(dirumah gue jendelannya pake teralis jadi liat hujan kayak ngintip-ngintip banjir gitu)</em>, jadi pas ujan, gue bisa liat hujan dari kamar, liat pemandangan dan lingkungan disekeliling, indah banget, luas. Balik lagi kerumah gue, halaman belakang sama lantai 2 jemuran di rumah gue juga enak banget kalau liat hujan, meski emang nggak se-pol di rumah nenek, kayaknya tu hujan ngalir gitu aja, kaya hati gue <em>(apa hubungannya ?)</em>.  Kalau rumah nenek gue yang dikampung, lain lagi ceritanya kalau hujan, segernya asli banget, maklum nuansa pegunungan, tapi kalau pake acara sama angin, nah itu yang serem, kayak difilm-film kapal kena badai lah, meskipun kapalnya mobil misalnya. Gue rasa sih, kalau orang marah, lagi berantem, lagi bt-bt-an gue bawa kekampung gue pas hujan, pasti pada  baikan.  Tapi sekali lagi, tetep aja, gue suka hujan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=62&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/p1010115.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KERETA &#8230;</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/kereta/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/kereta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 06:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini gue (angin-anginan deh, kadang gue, kadang aku, kadang nida, maunya apa seehh?) mau cerita tentang kereta dan segala yang berhubungan dengannya. Kereta, jalan kereta dan segala yang berkaitan dengannya punya banyak misteri tapi kereta dan segala perangkat pendukungnya tetap aja menarik untuk dibahas dan dipandang. Meskipun gue pribadi baru satu kali seumur hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=58&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_4886.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-59" title="IMG_4886" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_4886.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Hari ini gue<em> (angin-anginan deh, kadang gue, kadang aku, kadang nida, maunya apa seehh?)</em> mau cerita tentang kereta dan segala yang berhubungan dengannya. Kereta, jalan kereta dan segala yang berkaitan dengannya punya banyak misteri tapi kereta dan segala perangkat pendukungnya tetap aja menarik untuk dibahas dan dipandang. Meskipun gue pribadi baru satu kali seumur hidup naik kereta, itu juga jurusan bekasi-bandung, tapi tetep aja exited. Secara ya, rumah gue yang sekarang, alamat banget, mau lewat jalur utara, selatan, timur, barat, pasti lewat perlintasan kereta, walaupun gue baru sekali naek kereta, tapi liatnya tiap hari Bo. Alhamdulillahnya, baru2 ini<em> (ya beberapa tahun lalu lah)</em>, ada inovasi baru yakni under pass, jalan dibawah rel kereta, so sekarang ada satu jalur yang tidak perlu melewati rel kereta.</p>
<p><span id="more-58"></span></p>
<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_4878.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-60" title="IMG_4878" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_4878.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Menurut gue tiap lewat rel kereta pasti ada nuansa yang berbeda dan punya pengalaman yang berbeda juga. Bayangin aja Sob, dari 4 rute jalan ke rumah gue ada dua perlintasan yang gak pake palang pintu, beberapa kecelakaan terjadi, baik akibat kelalaian maupun kurangnya rambu-rambu /safety perlintasan, kadang-kadang juga ada tauran pelajar (rebek banget). Suka miris kalau tiba-tiba ada yang ketabrak, keserempet, atau apapun lah di perlintasan rel kereta pas kebetulan lagi lewat kesitu, kayaknya bawaannya nge-drop banget. Di perlintasan kereta api memang mendatangkan rezeki bagi beberapa orang karena mereka mencari nafkah dengan mengatur lalu lintas dan penyebrangan di perlintasan kereta api, gue mau ngucapin terima kasih banyak, mas-mas dan bapak-bapak disitu banyak jasanya, harus konsentrasi setiap saat, harus waspada setiap saat, dan tegas dalam mengatur. Bayangin juga nih Sob, iya kalau kereta yang lewat cuma satu, kalau dua kan kudu berbagi tugas. Gue kadang-kadang nggak bisa bayangin, kalau ngejaga/ngaturnya pas malem atau subuh, kan suka rada ngantuk dan siwer kalau kemaleman, kayaknya kudu nyiapin konsentrasi ekstra. Dan subhanallah-nya, ada bapak-bapak yang suka jaga disitu, ya beliau pendapatanya seikhlasnya yang ngasih pas lewat, itu bapak-bapak super banget deh, dari gue baru masuk SD sampe udah kuliah masih setia mengatur dan menjaga perlintasan, harusnya sih dapat award gitu, entah kategori pengabdian masyarakat atau nggak life achievement atau apa gitu.</p>
<p>Ada lagi, peristiwa tegang yang pernah gue alami, dulu pas masih kecil, ya kira-kira SD kelas satu atau dua gitu, pernah diperlintasan kereta api, ada dua orang yang berantem, tapi yang bikin ngeri macetin perlintasan kereta plus orang yang satu menghantamkan batu besar ke kepala orang yang lain, gue aja Cuma bisa cengok, takut, dan lari cari angkot ke rute yang ga kena macet padahal ga tau jurusannya sesuai tujuan apa nggak, itu siang-siang, tapi semua orang Cuma bisa cengok, takut, dan melarikan diri, mau ngelerai juga bingung takut jadi sasaran. Lain lagi dengan awal puasa dua atau tiga tahun yang lalu, ya namanya anak kuliahan, kudu siap menghadapi semua resiko amanah pendidikan, waktu itu gue abis kuliah sekitar jam lima sore, karena nanggung magrib, ya pulangnya abis magrib jadinya, padahal besok puasa pertama, pikiran dalam hati “asyik ya orang-orang pasti lagi kumpul sama keluarganya”, ini masih diangkot mana macet banget. Empat puluh lima menit telah terlewati, dan kini masuk perlintasan kereta, kondisi saat itu macet banget, jalur kiri dan kanan sama macetnya, udah gitu antara satu mobil dengan mobil yang lain dikiri di kanan di depan di belakang mepet abis, macet total, angkot udah kayak keong, lebaynya kecepatannya 1 cm/15 menit. Pas itu angkot  yang gue tumpangin maksa lewat perlintasan tanpa menunggu jarak di depan, dan alamatnya, angkot terjebak berhenti di perlintasan kereta, gue pribadi masih kalem, tapi orang-orang seangkot mukanya udah pada tegang, kebetulan gue duduk de depan pintu jadi bisa liat rel kereta yang panjang dari angkot, beberapa saat kemudian, alarm perlintasan kereta bunyi, angkot masih di tengah diem kayak kuya, gue agak panik, orang lain juga panic, pengen turun dari angkot tapi mustahil soalnya kiri kanan depan gak ada jalan, mepet ama motor banget. Keringet dingin muncul, pasrah, malah sempet berdoa ya Allah mudah-mudahan masih kesampean puasa dan ibadah di bulan Ramadhan, itu lampu kereta jaraknya udah males buat diprediksi (saking deketnya), mana di depan mata, pas di posisi gue. Gue malah doa dan istigfar, inget umur yang ga tau sampai mana lagi, orang-orang juga pada diem,  ada juga yang udah mulai uring-uringan, Alhamdulillah ada keajaiban, tiba-tiba  mobil depan maju beberapa langkah, dan angkotpun lewat dengan selamat, pas sampe di ujung perlintasan, blewer dah tu kereta lewat, astagfirullah serasa ikut kuis adrenalin … Pas selesai lewat, gue malah cengo, sebagian yang lain juga cengo, ada juga yang ekspresif melampiaskan ketegangan, ada juga yang ngedumel marah-marahin supir, tapi yang stay cool dari awal ke jadian emang Cuma emang supir<em> (ckckckckckc…)</em></p>
<p>Tapi cuy, dibalik ketegangan tentang perlintasan kereta dan segalanya, tapi gue pernah nemuin beberapa momen menarik tentang kereta, gue kan suka moto-moto, ada beberapa tempat dengan objek kereta dan relnya yang keren abis, sebagian fotonya ada, sebagian lupa nyimpennya dimana, sebagian ilang ke-delete. Tempat-tempat keren tuh kayak rel kereta di padalarang, sasak jembatan dan rel kereta di jalan tol cipularang, sasak jembatan kereta jalur alternative purwakarta-bandung, dan rel kereta yang sudah tidak berfungsi di jalan alternative purwakarta-cianjur, menurut gue jalan-jalan kereta itu keren banget, disamping artistic, view disekitarnya Cuy, ngejual banget, pokonya pas kalau buat syuting layar lebar, FTV, sinetron, bahkan video klip, pokoknya sih pengen dapet semua foto objek rel dan keretanya meskipun nyicil dan pas kalau lewat. Insya Allah …</p>
<p>Ya segitu aja deh cerita gue hari ini … meskipun ngalor-ngidul, mudah-mudahan ada inspirasi ya … dibalik ngerinya kereta di Indonesia tetep aja artistik, dan punya soul tersendiri di hati gue, di singapura emang ada MRT yang lebih cepet, nyaman dan cool, tapi tetep aja kereta di Indonesia dengan segala kekurangan dan kelebihan punya sisi inspirasi menarik bagi setiap yang memandangnya… terutama gue pribadi… semoga kereta di Indonesia selalu maju dan lebih baik …</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=58&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/kereta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_4886.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4886</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2011/12/img_4878.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4878</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MIRIS &#8230;</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/miris/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/miris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 06:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[22 NOVEMBER 2011 Emang, kalau yang namanya ide nulis angin-anginan. Seadanya inspirasi yang ada, seadanya ide yang lewat, dan seadanya waktu yang disempatkan. Tapi gue juga bingung, kenapa akhir-akhir ini tulisan gue berbau melankolis, meski tidak dapat dipungkiri sangguinis gue juga gak ilang-ilang banget. Nah karena tulisannya rada melankolis. Hari kemarin, mamah tercinta minta tolong [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=55&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>22 NOVEMBER 2011</em></p>
<p>Emang, kalau yang namanya ide nulis angin-anginan. Seadanya inspirasi yang ada, seadanya ide yang lewat, dan seadanya waktu yang disempatkan. Tapi gue juga bingung, kenapa akhir-akhir ini tulisan gue berbau melankolis, meski tidak dapat dipungkiri sangguinis gue juga gak ilang-ilang banget. Nah karena tulisannya rada melankolis. Hari kemarin, mamah tercinta minta tolong mengirimkan dokumen via email, ya sama lah kaya orang-orang lain, emailnya sih cuma 5-10 menit, itu juga kelamaan attach filenya, sisanya ngalor-ngidul.</p>
<p>Pas buka sebuah jejaring sosial yang masih jadi trend, facebook, abis itu klik-klik grup-grup yang diikutin, pas disitu ada sebuah link menarik dari teman, <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/11/19/bapak-tua-penjual-amplop-itu/" target="_blank">http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/11/19/bapak-tua-penjual-amplop-itu/</a> , mengenai bapak tua penjual amplop, ternyata banyak orang diluar sana yang masih peduli dengan orang lain, Subhanallah.</p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>Pas selesai baca, nggak nyangka  aja ternyata ada pengalaman penulis blog itu mirip kejadian yang pernah dialami, gue sering banget liat bapak-bapak penjual amplop di depan masjid kampus, emang jarang ada yang beli, lagian juga terkadang aneh juga kalau ada yang beli amplop segepok-segepok <em>(lebay …)</em>. Cuma, gue juga nggak tau, suatu hari tiba-tiba gue niat banget pengen beli amplop bapak tua penjual amplop itu, besok harinya selepas shalat zuhur, akhirnya gue paksain buat menemui bapak itu, meski  awalnya gue harus menegur bapaknya sampai tiga kali, karena bapaknya matanya menatap nanar kosong. Pas gue negur gitu, ada ibu-ibu yang lagi nunggu berkata “Oalah pak, dagangannya mau dibeli ko malah bengong”, gue jadi ngerasa salah soalnya bapak-bapak tua itu malah diinterpretasikan buruk oleh orang lain. Mungkin lagi banyak masalah pikirku. Bapaknya pun senang jika ada yang membeli dagangannya, terharu. Awalnya gue juga bingung, ni amplop buat apa, tau-taunya lebaran dan surat-menyurat banyak dilakukan, alhasil terpakai habis.</p>
<p>Nggak bisa dihindari bahwa gue harus mengakui bahwa melankolis gue terlalu besar untuk ditutupi, entah kenapa gue paling kagak tega kalau liat orang tua yang sudah renta harus mengemis, jualan, dan melakukan pekerjaan keras lainnya, begitu juga dengan anak-anak kecil yang gak punya kebahagiaan yang sama dengan gue.</p>
<p>Kadang-kadang tiap hari gue harus cari jalan alternatif ataupun waktu alternatif, buat menghindari ibu-ibu tua penjual AUG, makanan khas sunda dari tepung beras yang dicampur gula merah, harus gue paparkan bahwa aug ibu itu enak banget, gue juga suka pisan, banyak juga makanan kecil lain yang beliau jajakan, sesekali nenek aku beli, sesekali mamah aku beli, sesekali aku beli, tetapi namanya manusia kadang ada bosen, atau keuangan lagi pasan surut, terpaksalah kita tidak membelinya, tapi tetep aja, kalau ibu itu nawarin, gue bener-bener nggak tega kalau harus bilang “nggak dulu bu” atau “makasih bu” atau “besok aja bu” atau seribu satu alasan lain, rasanya batin gue ngeringis <em>(serius lo, nggak lebay)</em>. Walhasil kalau emang gue nggak beli, gue usahain nggak ketemu ibu itu, bukan gue kesel, Cuma gue bener-bener kagak tega kalau harus mengatakannya.</p>
<p>Gue juga kadang suka iseng-iseng merhatiin lingkungan, ternyata di tempat gue mengemban amanah pendidikan sebagai anak juga ada yang sedih, disaat para pekerja lain memiliki baju bagus, kendaraan, dan lainnya, ada beberapa pekerja yang hidup pas-pasan dan nggak beruntung. Itu baru dilingkungan gue sehari-hari, gue nggak tau lagi keadaan diluar sana.</p>
<p>Senin-jum’at gue ke kampus kecuali sabtu atau ahad kadang-kadang, Gue punya beberapa jalan alternatif, pertama lewat Pasteur, lewat geger kalong, atau lewat pajajaran/batas kota, rasanya gue nggak pernah lewat ke tiga jalan itu nggak ada pengemis tua dan anak-anaknya, nggak jalan ke kampus gue, nggak jalan ke sekolah gue dulu, sama aja mirisnya. Kadang, kata orang-orang ngasih gitu aja nggak ngedidik untuk hidup mandiri, tapi tetep aja, gue nggak akan pernah tega, toh gue juga nggak punya alasan yang pas buat nggak ngasih. Gue pernah iseng-iseng berpikir, gimana ya kalau jalan yang gue lewati nggak ditemui pengemis/penjual bapak-bapak/ibu-ibu tua dan anak-anak kecil, pasti di jalan gue nggak akan banyak mikir banget (jalan aja mikir ya). Gue juga suka berpikir bapak/ibu tua lebih baik istirahat di rumah, menikmati hari tua, berkumpul bersama keluarga. Anak-anak bermain dan belajar menikmati usia dini mereka, bersiap untuk menjadi generasi hebat penerus selanjutnya. Tapi apa daya gue saat ini, gue Cuma bisa nulis, cerita sama orang-orang. Meski, gue juga berharap suatu hari semoga Allah memperkenankan rezeki kepada gue, memperkenankan kepedulian di hati gue, biar suatu hari gue bisa memberdayaakan kaum tua, kaum dhuafa, dan ikut berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa… Gue pengen jadi orang kaya, kaya hati, ilmu, dan lainnya dan bisa bermanfaat buat orang lain, mudah-mudahan jangan jadi orang kaya yang setelah kaya terlampau lupa, yang selalu senang untuk hidup enak sendiri  disaat sedih ada disekitarnya<em> (Na’uzubillahimindzalik)</em> … Dan juga semoga Allah terus melimpahkan kesejahteraan untuk negeriku tercinta, karena gue yakin suatu saat negeri emas ini akan menguning kembali, diatas merah pengorbanan, dan kesucian hati para rakyat dan pemimpinnya … JAYALAH TERUS INDONESIAKU ….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=55&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2011/12/20/miris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meniti Perjalanan Hari &#8230; Menguntai Makna &#8230; Menembus Peristiwa</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2011/01/31/meniti-perjalanan-hari-menguntai-makna-menembus-peristiwa/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2011/01/31/meniti-perjalanan-hari-menguntai-makna-menembus-peristiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 01:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[﻿ Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Hari ini jum’at, 28 Januari 2011, di ujung malam ini, aku ingin berbagi, berbagi cerita dan makna, maaf jika keluhku membuat kau ikut mengeluh, maaf jika perihku membuatmu luka. Entah apa yang direncanakan Allah untukku, untukku yang terkadang masih berpaling dari-Nya.  Ini kisahku hari ini, hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=52&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>﻿</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p>Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam,</p>
<p>Hari ini jum’at, 28 Januari 2011, di ujung malam ini, aku ingin berbagi, berbagi cerita dan makna, maaf jika keluhku membuat kau ikut mengeluh, maaf jika perihku membuatmu luka. Entah apa yang direncanakan Allah untukku, untukku yang terkadang masih berpaling dari-Nya.  Ini kisahku hari ini, hanya satu hari, namun perjalan ini terasa panjang, begitu menjuntai, dan aku tersadar, aku hanyalah manusia biasa, bisa menangis, tertawa, mau pun diam seribu bahasa.</p>
<p><span id="more-52"></span></p>
<p>Pagi ini aku bangun, begitu segar, semalam kemarin aku tidur di kampus, di mushala, satu-satunya yang ku pikir bisa kujadikan tempat saat itu untuk melepas lelah, terlalu malam karena lalai, mengulur waktu hingga tak dapat kendaraan umum, rasa takut  dan tak biasa kuhempaskan seiring dengan rasa lelahku yang begitu berat. Mungkin ini rasanya, menjadi orang yang memiliki tempat tinggal, kaku, dingin, dan pegal, aku masih bersyukur karena tidurku beralaskan karpet hangat, ada sarung dan jaket temanku, ruangannya tertutup, dan hanya sehari. Aku sadar aku tak pantas mengeluh, karena banyak orang di luar sana, yang tidur beratapkan langit, berdindingkan pohon, beralaskan tanah, mereka tetap tidur, merasa nyaman, meski bahaya sewaktu-waktu mengancam. Mandi di kampus, berlari mengambil baju ganti, berlari menuju kelas selepas merapikan diri, benar-benar pengalaman pertamaku, mungkin tanpa persiapan dan terkesan nekad, tapi sungguh, aku benar-benar terpaksa.</p>
<p>Kembali pada hari ini, aku merasa sangat nyaman, tidurku begitu pulas, meski mimpi aneh sedikit membuatku lelah dalam pikiran, tapi aku hanya berdoa, semoga hanya bunga tidur, dan semoga Allah memberi hikmah untuk terus ingat dengan-Nya. Pagi ini serba telat, biasanya aku berangkat pukul enam kurang sepuluh, tapi nampaknya hari ini lebih siang sedikit, mungkin aku masih lelah. Pagi ini ku pikir tak ada yang berbeda, seperti biasa, hanya saja aku tak sarapan hari ini, karena belum terlalu lapar nampaknya. Ups, bensin mobil habis, harus diisi, mengeluarkan uang terasa berat, meskipun itu kewajiban, sedikit menyesal, uang isi bensin sama naik angkot mahalan bensin, aku bergumam, lagi-lagi banyak mengeluh. Padahal di luar sana, masih banyak orang yang harus membagi penghasilannya bukan hanya untuk bensin, makan, sekolah putera-puterinya, dan pengeluaran lain yang semakin lama semakin berat. Hari itu, aku tersadar, mungkin pagi ini aku harus berpikir, jangan mengeluh, tapi harus banyak berpikir.</p>
<p>Petualangan imajinasiku dimulai, pagi ini aku baru menyadarinya, aku berangkat ke sekolah maupun ke kampus lebih sering menggunakan mobil pribadi dibandingkan angkutan umum, di saat banyak orang harus berangkat lebih pagi untuk mengejar angkutan umum ataupun berjalan kaki yang begitu jauh, sama seperti ayahku dan ibuku, sama seperti kakek nenekku yang harus berjalan untuk mengenyam pendidikan, lebih dari 10 KM, tapi aku selalu berpikir, “itukan dulu, memang benar, dulu tidak ada kendaraan, jangan salahkan hari ini ketika hidupku nyaman, itu bukan salahku”, aku terlalu sombong, mungkin beliau-beliau tak pernah bermaksud menarikmasa dulu ke masa kini, beliau hanya ingin memberikan mutiara kehidupan, tentang bagaimana indahnya nikmat bersyukur. Siapa bilang zaman dulu? Nyatanya hari ini, 2011, tak jarang orang-orang terdekatku yang masih berjalan kaki, jauh, lelah, dan membuat hati gundah. Seperti temanku Adit, yang harus berjalan kaki dari dago atas ke ITB, sehat, tapi menurutku lumayan, seperti sedang di OSPEK, seperti mahasiswa tanteku di salah satu universitas di dipati ukur, harus mengirit uang dengan berjalan dari tegalega hingga dipati ukur, dan beliau-beliau semua TIDAK PERNAH TELAT, aku malu, aku juga tinggal di tempat jauh, aku selalu datang lebih awal, tapi aku suka mengulur waktu jika ke kelas, meskipun  hanya sesekali, tetap saja itu buruk.</p>
<p>Perutku mulai merasa lapar, mungkin karena tadi malam aku ‘hanya’ makan mie instan, sebenarnya bukan alasan, banyak orang yang tidak makan selama lebih dari satu hari, mereka masih merasa dirinya kenyang, mereka  merasa bersyukur karena Allah hanya memberhentikan sementara nikmat makan, tapi tidak menghentikan nikmat hidup. Perut makin bersuara, orkes dangdut rupanya, pikiranku sudah membayangkan nanti aku akan makan bubur, kalau tidak lontong kari, masih ada uang di dompetku, cukup untuk 3  hari ke depan, mudah-mudahan. Imajinasiku semakin melanglang buana, mobilku terus berjalan, namun ku lihat seorang bapak mengais sampah mencari sisa nasi, ironis, disaat aku senang dengan imajinasi kulinerku, banyak orang yang tak makan, banyak orang yang mengais sisa, meskipun aku selalu berusaha menghabiskan makananku, bukan karena sayang tetapi aku selalu lahap, namun tak jarang banyak orang yang selalu tidak habis jika makan, sisa banyak, lalu dibuang, sedih,meskipun dulu ayahku selalu berkata,”kalau nasinya nggak habis, nanti nangis”, dulu kupikir hanya lelucon, masa nasi bisa nangis, lucu, kecuali kalau menjadi film animasi, RICE-MAN misalnya, pahlawan nasi. Padahal itu tataran filosofis, kalau nasi tidak habis, petani yang menanam susah payah akan sedih, karena jerih payahnya tidak dihargai, atau banyak orang yang menangis perih karena disaat orang lain berlebih makanan, mereka harus menahan laparnya ditemani angin yang melaju menuju lambungnya.</p>
<p>Mobilku masih melaju, ku lihat seorang kakek dan beberapa anak kecil, kakek itu membawa gerobak, anak-anak itu membawa karung, mengais sampah yang mungkin masih bisa dijual, kadang kita merasa jijik, pekerjaan yang selalu di cap rendah, tetapi mereka adalah pahlawan lingkungan yang mencoba mendaur ulang sampah yang begitu tak hingga. Kakek itu sudah tua, tapi tak pernah meminta, tetap kerja keras, disaat di luar sana banyak yang lebih muda, yang lebih sehat, yang lebih mampu, tetapi memilih jalan hitam, merampok, mencuri, korupsi, dan lainnya. Tak pernah merasa lelah oleh waktu, asalkan halal Insya Allah ada jalan, Rezeki manusia tak kan pernah tertukar. Anak-anak kecil itu, memang tidak sekolah? Mungkin belum berkesempatan, karena harus mencari sesuap nasi, kadang aku selalu berpikir, mengapa orang tua mereka tidak peduli, mungkin aku terlalu egois, bukan orang tua mereka yang memaksa terkadang, tetapi keadaan. Aku  seharusnya lebih semangat dan bersyukur, aku harusnya lebih banyak berbuat untuk orang lain, dari sekedar mencari kebanggaan diri. Aku masih ingat di saat aku masuk SMA, aku masuk SMA Favorit dibandung, tak semua orang berkesempatan masuk kesana, tapi aku mengundurkan diri disaat pendaftaran berhenti, dulu aku bangga, ketika ku masuk SMA itu, karena NEM ku cukup bersaingin, aku merasa mudah memilih SMA yang ku mau, iseng-iseng daftar disana-sini, tetapi aku tidak berpikir, satu bangku yang kurebut, membuat satu orang diantara ribuan lainnya terkendala, aku tak berpikir mungkin saja anak itu frustasi karena tidak masuk SMA favorit, atau mungkin juga dimarahi orang tuanya habis-habisan padahal NEM nya mepet. ASTAGFIRULLAH. Harusnya saat itu aku tobat, dan lagi-lagi aku mengulanginya, semua tes perguruan tinggi ku ikuti, dari mulai PMDK, Ujian Mandiri, sampai SPMB, lagi-lagi berpikir sama, biarin deh keterima banyak, nanti kan tinggal milih, sungguh egois, berpikir pendek, disaat aku merebut bangku yang seharusnya menjadi hak orang lain, aku masih belum tersadar, banyak orang di luar sana yang banyak ku rugikan, banyak kuambil kesempatannya, dan aku begitu sangat egois kalau kini aku tak banyak berbuat untuk orang lain, setidaknya aku harus menanggung minimal 1000 nasib orang di luar sana, harus memberikan kontribusi dan lapangan kerja.</p>
<p>Mobilku masih melaju, di beberapa perempatan, banyak kutemui musafir jalanan, anak-anak maupun orang tua, meskipun banyak selentingan ‘mengatakan jangan memberi uang karena akan membuat mereka malas’, tapi hatiku begitu perih, andaikan disetiap pagi, siang, dan malam aku tak pernah liat banyak orang mengemis, meminta, tidur di kolong-kolong jembatan, berlari di tengah gelap malam, aku hanya bisa berandai, berharap suatu saat nanti semua orang bisa berkecupan. Disaat aku makan, tak ada orang lain yang lapar, disaat aku tidur, tak ada orang yang masih terjaga, disaat aku sekolah, tak ada anak yang tak mengecap bangku sekolah, MUNGKIN? Insya Allah. Bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, jika sudah kehendak-Nya.</p>
<p>Pagi ini banyak orang yang beraktifitas, penyapu jalan, tukang parkir, dan lainnya, mencari rezeki berlomba dengan terbitnya mentari. Begitu semangat, disaat aku terkadang merasa meluruh.</p>
<p>Mobil sampai, aku turun, ternyata aku bertemu dengan sahabatku, Ira, pemilik cerita ABAH ODAM The Series, selalu lucu, ada Edisi ODAM Sari, Odol cap pembersih, dan yang terbaru, PEMUTIH Pakaian yang dikira shampo, Kepala bukan jadi putih malah kepanasan, ada-ada saja, kadang aku tertawa terbahak, tetapi dilain pihak kasihan, ternyata masih ada banyak informasi yang belum tersampaikan ke orang-orang di belahan sana. Tentang informasi, aku jadi ingat teknologi yang temanku ceritakan, kata temanku yang beliau dengar dari guru kami, ‘Kita ini berada zaman teknologi tinggi, tetapi masih menganut mental kulit pisang’ Dulu banyak orang mengkonsumsi bahan yang ada di alam, salah satunya pisang, ketika pisang telah dimakan, kulitnya di buang ke tanah dan terurai, ketika sekarang berada di zaman teknologi canggih, konsumsi kita banyak yang canggih, contohnya kemasan plastik, tetapi ikut dibuang  sembarangan seiring dengan dibuangnya kulit pisang seperti dahulu, analogi yang ekstrem tetapi sangat masuk akal, harus direnungkan!</p>
<p>Aku menuju himpunan, sambil senyum-senyum sendiri. Langsung ku buka laptop, mencari beberapa informasi di internet dan mengerjakan beberapa hal. Seperti biasa tidak ada yang luar biasa. Aku kuliah, pelajaran hari ini, Prof. Buchari, yang mengajar Salah satu dosen terbaik kami. Murah senyum, suka melucu walau terkadang aneh, dan sangat sabar. Kadang kami suka telat, suka ribut, tetapi beliau sabar. Aku menitikkan air mata, aku sadar, dosenku ini begitu baik, dan beliau mengulur waktu pensiunnya, untuk mengabdi, berbagi ilmu dengan anak-anaknya, namun terkadang aku acuh, padahal banyak tenaga dan keringat yang beliau keluarkan tanpa harapan apapun.</p>
<p>Siang hari aku ada seminar pengetahuan, banyak penelitian luar biasa, banyak masukan dan pengetahuan baru, banyak hal yang belum aku tau, aku tersadar, Aku takut jatuh cinta dengan KIMIA, walau kini aku menikmatinya. Salah satu profesorku, Prof. Sjamsul A.A berkata, “banyak ilmu dan hayati Indonesia yang harus digali tentunya dengan mengkombinasikan dan bekerja sama untuk kemajuan bangsa dan negara.” Sebenarnya banyak yang bisa kita hasilkan, banyak yang harus kita bagi dengan bangsa ini, negeri ini rindu para pemudanya. Ditambahkan beliau, ada selipan khutbah jumat, menurut khatib,”banyak orang cinta harta, cinta jabatan, cinta pekerjaan, cinta status, dan cinta fana lainnya, tapi pernahkah kita mengintegrasikan dan mentransformasikan cinta dunia tersebut dengan cinta kepada Allah dan bermanfaat bagi banyak orang.” Patut direnungkan !</p>
<p>Banyak orang berdedikasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini, sampai tua, sampai bekerja dengan hati, sampai bekerja dengan mengabdi, tanpa gaji, tanpa penghargaan, hanya pengabdian dan keikhlasan yang diberikan, semua itu hanya untuk putra-putri terbaik bangsa untuk selalu mengabdi pada Tuhan dan berbakti pada negeri.</p>
<p>Sore ini aku kekunci di kamar mandi, entah mengapa kunci kamar mandi itu cepat sekali rusak, kurang dari 2 bulan. Memang terkadang kita banyak tidak ‘apik’ terhadap barang-barang disekitar kita, mengotori, merusak, dan itulah yang membuat keburukan datang kepada kita. Karena Allah memerintahkan manusia, “Janganlah membuat kerusan di muka bumi”. Mungkin aku juga pernah, mungkin mereka pernah, dan kini harus sadar bahwa, itu bukanlah hal yang baik.</p>
<p>Aku pulang selepas magrib, selepas mendownload jurnal-jurnal dari luar negeri, dari kawanku yang pernah sekolah di luar negeri, sungguh mudah, dan kalau aku sendiri amatlah sulit.</p>
<p>Aku pulang menggunakan angkutan umum, hari itu, angkot terlihat sepi, penumpangnya hanya aku, dan ada penumpang lain setelah berjalan 500 meter kemudian, naik lagi sepasang ibu dan bapak yang cukup harmonis, ditengah perjalan, tiga orang wanita berpakaian hitam dan berdandan begitu manis naik, aku kurang tau saat itu jam berapa, tapi ku pikir masih kurang dari jam setengah 8. Aku kaget setelah mengetahui mereka akan ke tempat lokalisasi, menjajakan harta yang seharusnya dipelihara, aku terperangah, aku tau karena aku mendengar percakapan mereka, meski tak baik menguping namun aku terpaksa, karena headsetku rusak, mereka masih memiliki suami, memiliki anak, entah mengapa mereka melakukannya. Astagfirullah, semoga Allah memberi jalan. Salah satunya berkata, Terkadang jika sedang cek-cok dengan suami mereka, mereka lampiaskan ke anak mereka, lalu pergi ke tempat lokalisasi, sungguh begitu perih. Disaat Masih banyak orang yang bekerja begitu keras, tak patah arang, dilain pihak banyak orang yang memilih jalan hitam, tanpa berpikir panjang, Allah amat mencintai pekerjaan halal. Allah pasti menjamin rezeki hamba-Nya, tak ada yang Allah tukar, tinggal bagaimanakah usaha kita, sedikit, banyak, atau lari dari keadaan. Semoga Allah mengampuni dan memberi jalan hidayah-Nya.</p>
<p>Aku turun dari angkot, malam begitu gelap, benar-benar tanpa bintang, mendung. Lelah pikirku, disaat aku pulang beberapa orang pergi bekerja, lelah sekali pikirku, supir angkot malam, suster yang bekerja malam, dan pekerjaan yang menuntut harus terjaga dimalam-hari, Aku suka mengeluh, padahal setiap malam aku bisa istirahat, namun tak jarang orang diluar sana terjaga, bekerja, mencari nafkah, menunaikan amanah dan kewajiban.</p>
<p>Alhamdulillah sampai rumah, dan ku dengar dari adikku, teman adikku menghadap Allah SWT, karena menjadi korban perampokan kendaraan bermotor. Aku masih ingat ketika adikku masuk SMP, SMP negri, SMP yang berbeda dari kedua kakaknya, dan mungkin di SMP inilah yang mengajarkan adikku bagaimana sulitnya mencari uang, bagaimana beberapa orang banyak yang tidak beruntung. Salah satunya teman adikku ini, dua tahun beliau tinggal di departemen sosial, karena orang tuanya tidak mampu, dan masih ingat ketika adikku menceritakan kepadaku bahwa teman-teman sekolahnya patungan untuk membiayai ongkos pulang teman adikku itu ke sumedang, Sungguh kepedulian teramat sangat, dan hari ini adikku pergi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melepas kepergiannya terakhir kali. Semoga Allah memberikan ampunan dan selalu Allah beri tempat yang indah, diterima amal dan ibadahnya. Semoga perampok itu sadar, bahwa ia telah menghilangkan nyawa seorang anak yang tak berdosa, menghapus  impian yang anak itu lukiskan di setiap  mimpi, menghapus cita yang begitu tinggi, dan melepas semua harap indonesia untuk menunggu puteranya membangun negeri.</p>
<p>Malam ini kututup dengan berita seseorang yang sangat sulit mengahadapi kematian. Allahu’alam. Semoga kita selalu memperbaiki amal ibadah kita. Sehingga memiliki bekal untuk kehidupan akhir nanti. Insya Allah</p>
<p>Astagfirullahaladzim,  semoga Allah senantiasa mengampuniku. Banyak pelajaran yang kudapat hari ini, banyak makna yang tergali hari ini. Kehidupan ini pada dasarnya sementara, pada dasarnya hidup ini pilihan, dan hanya kepada Allah lah kita berharap dan berserah diri.</p>
<p>Semoga selalu menjadi hamba yang dekat dan cinta dengan-Nya dan semoga Allah selalu memberkahi dan memberikan pertolongan &#8230;</p>
<p>Untuk Tuhan, Untuk orang-orang sekelilingku, untuk negeriku, untuk bangsaku &#8230;.</p>
<p>Semoga menjadi Insan yang terus memperbaiki diri, Insya Allah &#8230;</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p>Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam,</p>
<p>Hari ini jum’at, 28 Januari 2011, di ujung malam ini, aku ingin berbagi, berbagi cerita dan makna, maaf jika keluhku membuat kau ikut mengeluh, maaf jika perihku membuatmu luka. Entah apa yang direncanakan Allah untukku, untukku yang terkadang masih berpaling dari-Nya.  Ini kisahku hari ini, hanya satu hari, namun perjalan ini terasa panjang, begitu menjuntai, dan aku tersadar, aku hanyalah manusia biasa, bisa menangis, tertawa, mau pun diam seribu bahasa.</p>
<p>Pagi ini aku bangun, begitu segar, semalam kemarin aku tidur di kampus, di mushala, satu-satunya yang ku pikir bisa kujadikan tempat saat itu untuk melepas lelah, terlalu malam karena lalai, mengulur waktu hingga tak dapat kendaraan umum, rasa takut  dan tak biasa kuhempaskan seiring dengan rasa lelahku yang begitu berat. Mungkin ini rasanya, menjadi orang yang memiliki tempat tinggal, kaku, dingin, dan pegal, aku masih bersyukur karena tidurku beralaskan karpet hangat, ada sarung dan jaket temanku, ruangannya tertutup, dan hanya sehari. Aku sadar aku tak pantas mengeluh, karena banyak orang di luar sana, yang tidur beratapkan langit, berdindingkan pohon, beralaskan tanah, mereka tetap tidur, merasa nyaman, meski bahaya sewaktu-waktu mengancam. Mandi di kampus, berlari mengambil baju ganti, berlari menuju kelas selepas merapikan diri, benar-benar pengalaman pertamaku, mungkin tanpa persiapan dan terkesan nekad, tapi sungguh, aku benar-benar terpaksa.</p>
<p>Kembali pada hari ini, aku merasa sangat nyaman, tidurku begitu pulas, meski mimpi aneh sedikit membuatku lelah dalam pikiran, tapi aku hanya berdoa, semoga hanya bunga tidur, dan semoga Allah memberi hikmah untuk terus ingat dengan-Nya. Pagi ini serba telat, biasanya aku berangkat pukul enam kurang sepuluh, tapi nampaknya hari ini lebih siang sedikit, mungkin aku masih lelah. Pagi ini ku pikir tak ada yang berbeda, seperti biasa, hanya saja aku tak sarapan hari ini, karena belum terlalu lapar nampaknya. Ups, bensin mobil habis, harus diisi, mengeluarkan uang terasa berat, meskipun itu kewajiban, sedikit menyesal, uang isi bensin sama naik angkot mahalan bensin, aku bergumam, lagi-lagi banyak mengeluh. Padahal di luar sana, masih banyak orang yang harus membagi penghasilannya bukan hanya untuk bensin, makan, sekolah putera-puterinya, dan pengeluaran lain yang semakin lama semakin berat. Hari itu, aku tersadar, mungkin pagi ini aku harus berpikir, jangan mengeluh, tapi harus banyak berpikir.</p>
<p>Petualangan imajinasiku dimulai, pagi ini aku baru menyadarinya, aku berangkat ke sekolah maupun ke kampus lebih sering menggunakan mobil pribadi dibandingkan angkutan umum, di saat banyak orang harus berangkat lebih pagi untuk mengejar angkutan umum ataupun berjalan kaki yang begitu jauh, sama seperti ayahku dan ibuku, sama seperti kakek nenekku yang harus berjalan untuk mengenyam pendidikan, lebih dari 10 KM, tapi aku selalu berpikir, “itukan dulu, memang benar, dulu tidak ada kendaraan, jangan salahkan hari ini ketika hidupku nyaman, itu bukan salahku”, aku terlalu sombong, mungkin beliau-beliau tak pernah bermaksud menarikmasa dulu ke masa kini, beliau hanya ingin memberikan mutiara kehidupan, tentang bagaimana indahnya nikmat bersyukur. Siapa bilang zaman dulu? Nyatanya hari ini, 2011, tak jarang orang-orang terdekatku yang masih berjalan kaki, jauh, lelah, dan membuat hati gundah. Seperti temanku Adit, yang harus berjalan kaki dari dago atas ke ITB, sehat, tapi menurutku lumayan, seperti sedang di OSPEK, seperti mahasiswa tanteku di salah satu universitas di dipati ukur, harus mengirit uang dengan berjalan dari tegalega hingga dipati ukur, dan beliau-beliau semua TIDAK PERNAH TELAT, aku malu, aku juga tinggal di tempat jauh, aku selalu datang lebih awal, tapi aku suka mengulur waktu jika ke kelas, meskipun  hanya sesekali, tetap saja itu buruk.</p>
<p>Perutku mulai merasa lapar, mungkin karena tadi malam aku ‘hanya’ makan mie instan, sebenarnya bukan alasan, banyak orang yang tidak makan selama lebih dari satu hari, mereka masih merasa dirinya kenyang, mereka  merasa bersyukur karena Allah hanya memberhentikan sementara nikmat makan, tapi tidak menghentikan nikmat hidup. Perut makin bersuara, orkes dangdut rupanya, pikiranku sudah membayangkan nanti aku akan makan bubur, kalau tidak lontong kari, masih ada uang di dompetku, cukup untuk 3  hari ke depan, mudah-mudahan. Imajinasiku semakin melanglang buana, mobilku terus berjalan, namun ku lihat seorang bapak mengais sampah mencari sisa nasi, ironis, disaat aku senang dengan imajinasi kulinerku, banyak orang yang tak makan, banyak orang yang mengais sisa, meskipun aku selalu berusaha menghabiskan makananku, bukan karena sayang tetapi aku selalu lahap, namun tak jarang banyak orang yang selalu tidak habis jika makan, sisa banyak, lalu dibuang, sedih,meskipun dulu ayahku selalu berkata,”kalau nasinya nggak habis, nanti nangis”, dulu kupikir hanya lelucon, masa nasi bisa nangis, lucu, kecuali kalau menjadi film animasi, RICE-MAN misalnya, pahlawan nasi. Padahal itu tataran filosofis, kalau nasi tidak habis, petani yang menanam susah payah akan sedih, karena jerih payahnya tidak dihargai, atau banyak orang yang menangis perih karena disaat orang lain berlebih makanan, mereka harus menahan laparnya ditemani angin yang melaju menuju lambungnya.</p>
<p>Mobilku masih melaju, ku lihat seorang kakek dan beberapa anak kecil, kakek itu membawa gerobak, anak-anak itu membawa karung, mengais sampah yang mungkin masih bisa dijual, kadang kita merasa jijik, pekerjaan yang selalu di cap rendah, tetapi mereka adalah pahlawan lingkungan yang mencoba mendaur ulang sampah yang begitu tak hingga. Kakek itu sudah tua, tapi tak pernah meminta, tetap kerja keras, disaat di luar sana banyak yang lebih muda, yang lebih sehat, yang lebih mampu, tetapi memilih jalan hitam, merampok, mencuri, korupsi, dan lainnya. Tak pernah merasa lelah oleh waktu, asalkan halal Insya Allah ada jalan, Rezeki manusia tak kan pernah tertukar. Anak-anak kecil itu, memang tidak sekolah? Mungkin belum berkesempatan, karena harus mencari sesuap nasi, kadang aku selalu berpikir, mengapa orang tua mereka tidak peduli, mungkin aku terlalu egois, bukan orang tua mereka yang memaksa terkadang, tetapi keadaan. Aku  seharusnya lebih semangat dan bersyukur, aku harusnya lebih banyak berbuat untuk orang lain, dari sekedar mencari kebanggaan diri. Aku masih ingat di saat aku masuk SMA, aku masuk SMA Favorit dibandung, tak semua orang berkesempatan masuk kesana, tapi aku mengundurkan diri disaat pendaftaran berhenti, dulu aku bangga, ketika ku masuk SMA itu, karena NEM ku cukup bersaingin, aku merasa mudah memilih SMA yang ku mau, iseng-iseng daftar disana-sini, tetapi aku tidak berpikir, satu bangku yang kurebut, membuat satu orang diantara ribuan lainnya terkendala, aku tak berpikir mungkin saja anak itu frustasi karena tidak masuk SMA favorit, atau mungkin juga dimarahi orang tuanya habis-habisan padahal NEM nya mepet. ASTAGFIRULLAH. Harusnya saat itu aku tobat, dan lagi-lagi aku mengulanginya, semua tes perguruan tinggi ku ikuti, dari mulai PMDK, Ujian Mandiri, sampai SPMB, lagi-lagi berpikir sama, biarin deh keterima banyak, nanti kan tinggal milih, sungguh egois, berpikir pendek, disaat aku merebut bangku yang seharusnya menjadi hak orang lain, aku masih belum tersadar, banyak orang di luar sana yang banyak ku rugikan, banyak kuambil kesempatannya, dan aku begitu sangat egois kalau kini aku tak banyak berbuat untuk orang lain, setidaknya aku harus menanggung minimal 1000 nasib orang di luar sana, harus memberikan kontribusi dan lapangan kerja.</p>
<p>Mobilku masih melaju, di beberapa perempatan, banyak kutemui musafir jalanan, anak-anak maupun orang tua, meskipun banyak selentingan ‘mengatakan jangan memberi uang karena akan membuat mereka malas’, tapi hatiku begitu perih, andaikan disetiap pagi, siang, dan malam aku tak pernah liat banyak orang mengemis, meminta, tidur di kolong-kolong jembatan, berlari di tengah gelap malam, aku hanya bisa berandai, berharap suatu saat nanti semua orang bisa berkecupan. Disaat aku makan, tak ada orang lain yang lapar, disaat aku tidur, tak ada orang yang masih terjaga, disaat aku sekolah, tak ada anak yang tak mengecap bangku sekolah, MUNGKIN? Insya Allah. Bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, jika sudah kehendak-Nya.</p>
<p>Pagi ini banyak orang yang beraktifitas, penyapu jalan, tukang parkir, dan lainnya, mencari rezeki berlomba dengan terbitnya mentari. Begitu semangat, disaat aku terkadang merasa meluruh.</p>
<p>Mobil sampai, aku turun, ternyata aku bertemu dengan sahabatku, Ira, pemilik cerita ABAH ODAM The Series, selalu lucu, ada Edisi ODAM Sari, Odol cap pembersih, dan yang terbaru, PEMUTIH Pakaian yang dikira shampo, Kepala bukan jadi putih malah kepanasan, ada-ada saja, kadang aku tertawa terbahak, tetapi dilain pihak kasihan, ternyata masih ada banyak informasi yang belum tersampaikan ke orang-orang di belahan sana. Tentang informasi, aku jadi ingat teknologi yang temanku ceritakan, kata temanku yang beliau dengar dari guru kami, ‘Kita ini berada zaman teknologi tinggi, tetapi masih menganut mental kulit pisang’ Dulu banyak orang mengkonsumsi bahan yang ada di alam, salah satunya pisang, ketika pisang telah dimakan, kulitnya di buang ke tanah dan terurai, ketika sekarang berada di zaman teknologi canggih, konsumsi kita banyak yang canggih, contohnya kemasan plastik, tetapi ikut dibuang  sembarangan seiring dengan dibuangnya kulit pisang seperti dahulu, analogi yang ekstrem tetapi sangat masuk akal, harus direnungkan!</p>
<p>Aku menuju himpunan, sambil senyum-senyum sendiri. Langsung ku buka laptop, mencari beberapa informasi di internet dan mengerjakan beberapa hal. Seperti biasa tidak ada yang luar biasa. Aku kuliah, pelajaran hari ini, Prof. Buchari, yang mengajar Salah satu dosen terbaik kami. Murah senyum, suka melucu walau terkadang aneh, dan sangat sabar. Kadang kami suka telat, suka ribut, tetapi beliau sabar. Aku menitikkan air mata, aku sadar, dosenku ini begitu baik, dan beliau mengulur waktu pensiunnya, untuk mengabdi, berbagi ilmu dengan anak-anaknya, namun terkadang aku acuh, padahal banyak tenaga dan keringat yang beliau keluarkan tanpa harapan apapun.</p>
<p>Siang hari aku ada seminar pengetahuan, banyak penelitian luar biasa, banyak masukan dan pengetahuan baru, banyak hal yang belum aku tau, aku tersadar, Aku takut jatuh cinta dengan KIMIA, walau kini aku menikmatinya. Salah satu profesorku, Prof. Sjamsul A.A berkata, “banyak ilmu dan hayati Indonesia yang harus digali tentunya dengan mengkombinasikan dan bekerja sama untuk kemajuan bangsa dan negara.” Sebenarnya banyak yang bisa kita hasilkan, banyak yang harus kita bagi dengan bangsa ini, negeri ini rindu para pemudanya. Ditambahkan beliau, ada selipan khutbah jumat, menurut khatib,”banyak orang cinta harta, cinta jabatan, cinta pekerjaan, cinta status, dan cinta fana lainnya, tapi pernahkah kita mengintegrasikan dan mentransformasikan cinta dunia tersebut dengan cinta kepada Allah dan bermanfaat bagi banyak orang.” Patut direnungkan !</p>
<p>Banyak orang berdedikasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini, sampai tua, sampai bekerja dengan hati, sampai bekerja dengan mengabdi, tanpa gaji, tanpa penghargaan, hanya pengabdian dan keikhlasan yang diberikan, semua itu hanya untuk putra-putri terbaik bangsa untuk selalu mengabdi pada Tuhan dan berbakti pada negeri.</p>
<p>Sore ini aku kekunci di kamar mandi, entah mengapa kunci kamar mandi itu cepat sekali rusak, kurang dari 2 bulan. Memang terkadang kita banyak tidak ‘apik’ terhadap barang-barang disekitar kita, mengotori, merusak, dan itulah yang membuat keburukan datang kepada kita. Karena Allah memerintahkan manusia, “Janganlah membuat kerusan di muka bumi”. Mungkin aku juga pernah, mungkin mereka pernah, dan kini harus sadar bahwa, itu bukanlah hal yang baik.</p>
<p>Aku pulang selepas magrib, selepas mendownload jurnal-jurnal dari luar negeri, dari kawanku yang pernah sekolah di luar negeri, sungguh mudah, dan kalau aku sendiri amatlah sulit.</p>
<p>Aku pulang menggunakan angkutan umum, hari itu, angkot terlihat sepi, penumpangnya hanya aku, dan ada penumpang lain setelah berjalan 500 meter kemudian, naik lagi sepasang ibu dan bapak yang cukup harmonis, ditengah perjalan, tiga orang wanita berpakaian hitam dan berdandan begitu manis naik, aku kurang tau saat itu jam berapa, tapi ku pikir masih kurang dari jam setengah 8. Aku kaget setelah mengetahui mereka akan ke tempat lokalisasi, menjajakan harta yang seharusnya dipelihara, aku terperangah, aku tau karena aku mendengar percakapan mereka, meski tak baik menguping namun aku terpaksa, karena headsetku rusak, mereka masih memiliki suami, memiliki anak, entah mengapa mereka melakukannya. Astagfirullah, semoga Allah memberi jalan. Salah satunya berkata, Terkadang jika sedang cek-cok dengan suami mereka, mereka lampiaskan ke anak mereka, lalu pergi ke tempat lokalisasi, sungguh begitu perih. Disaat Masih banyak orang yang bekerja begitu keras, tak patah arang, dilain pihak banyak orang yang memilih jalan hitam, tanpa berpikir panjang, Allah amat mencintai pekerjaan halal. Allah pasti menjamin rezeki hamba-Nya, tak ada yang Allah tukar, tinggal bagaimanakah usaha kita, sedikit, banyak, atau lari dari keadaan. Semoga Allah mengampuni dan memberi jalan hidayah-Nya.</p>
<p>Aku turun dari angkot, malam begitu gelap, benar-benar tanpa bintang, mendung. Lelah pikirku, disaat aku pulang beberapa orang pergi bekerja, lelah sekali pikirku, supir angkot malam, suster yang bekerja malam, dan pekerjaan yang menuntut harus terjaga dimalam-hari, Aku suka mengeluh, padahal setiap malam aku bisa istirahat, namun tak jarang orang diluar sana terjaga, bekerja, mencari nafkah, menunaikan amanah dan kewajiban.</p>
<p>Alhamdulillah sampai rumah, dan ku dengar dari adikku, teman adikku menghadap Allah SWT, karena menjadi korban perampokan kendaraan bermotor. Aku masih ingat ketika adikku masuk SMP, SMP negri, SMP yang berbeda dari kedua kakaknya, dan mungkin di SMP inilah yang mengajarkan adikku bagaimana sulitnya mencari uang, bagaimana beberapa orang banyak yang tidak beruntung. Salah satunya teman adikku ini, dua tahun beliau tinggal di departemen sosial, karena orang tuanya tidak mampu, dan masih ingat ketika adikku menceritakan kepadaku bahwa teman-teman sekolahnya patungan untuk membiayai ongkos pulang teman adikku itu ke sumedang, Sungguh kepedulian teramat sangat, dan hari ini adikku pergi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melepas kepergiannya terakhir kali. Semoga Allah memberikan ampunan dan selalu Allah beri tempat yang indah, diterima amal dan ibadahnya. Semoga perampok itu sadar, bahwa ia telah menghilangkan nyawa seorang anak yang tak berdosa, menghapus  impian yang anak itu lukiskan di setiap  mimpi, menghapus cita yang begitu tinggi, dan melepas semua harap indonesia untuk menunggu puteranya membangun negeri.</p>
<p>Malam ini kututup dengan berita seseorang yang sangat sulit mengahadapi kematian. Allahu’alam. Semoga kita selalu memperbaiki amal ibadah kita. Sehingga memiliki bekal untuk kehidupan akhir nanti. Insya Allah</p>
<p>Astagfirullahaladzim,  semoga Allah senantiasa mengampuniku. Banyak pelajaran yang kudapat hari ini, banyak makna yang tergali hari ini. Kehidupan ini pada dasarnya sementara, pada dasarnya hidup ini pilihan, dan hanya kepada Allah lah kita berharap dan berserah diri.</p>
<p>Semoga selalu menjadi hamba yang dekat dan cinta dengan-Nya dan semoga Allah selalu memberkahi dan memberikan pertolongan &#8230;</p>
<p>Untuk Tuhan, Untuk orang-orang sekelilingku, untuk negeriku, untuk bangsaku &#8230;.</p>
<p>Semoga menjadi Insan yang terus memperbaiki diri, Insya Allah &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=52&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2011/01/31/meniti-perjalanan-hari-menguntai-makna-menembus-peristiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerbangan Pertama &#8230;.. &#8216;Please Your Attention&#8217;</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2010/09/20/penerbangan-pertama-please-your-attention/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2010/09/20/penerbangan-pertama-please-your-attention/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 10:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum sobat nd, Mumpung lagi ada inspirasi nih, sekalian memanfaatkan waktu luang di tengah waktu sempit (bingung ??? sama sih). Cerita kali ini tentang pengalaman pertama nida naik pesawat terbang, di ulang ya! Pesawat terbang. Meskipun banyak pesawat yang ada di bumi, seperti pesawat telepon, pesawat radio, tetapi ini dia kisah seru dari mesin bersayap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=46&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum sobat nd,</p>
<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2010/09/img_2647.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-73" title="IMG_2647" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2010/09/img_2647.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Mumpung lagi ada inspirasi nih, sekalian memanfaatkan waktu luang di tengah waktu sempit (bingung ??? sama sih). Cerita kali ini tentang pengalaman pertama nida naik pesawat terbang, di ulang ya! Pesawat terbang. Meskipun banyak pesawat yang ada di bumi, seperti pesawat telepon, pesawat radio, tetapi ini dia kisah seru dari mesin bersayap ini.</p>
<p><span id="more-46"></span></p>
<p>Jujur bin ga bohong, pertama kali nida naik pesawat tuh penerbangan antar pulau, ceile, ke Bali. Dan yang paling penting GRETONGAN (bahasa nd dengan inspirasi berbagai sumber) alias gratisan. Awalnya sih, karena dibilang gratisan, sempet ngebayangin, pesawat terbang apakah yang akan dipake nida? Pilihan pertama, kite’ naik pesawat terbang herkules, tapi turunnya pake parasut, itupun udah nida siapin, dari mulai ngapalin doa, belajar hitung tegas dan laporan (LAPOR! NIDA NIM XXXXXXXX SIAP MELUNCUR!), sampai pemanasan dan keseimbangan badan (hehehe maklum, you know lah … !). Pilihan kedua, Kite’ naik pesawat biasa sih tapi cuy, murah parah, tapi sering guncangan, selalu pake sabuk pengaman, deg-degan sepanjang jalan, plus pesawat yang tiba-tiba mendarat di sembarang tempat, Na’uzubillahimindzalik. Dan pilihan ketiganya, Kite’ naik pesawat perintis atau nggak sekelas helicopter, yang jumlahnya ga boleh kebanyakan dan harus terus seimbang, secara keadaan nida kayak gini, ya udah sih pasrah aja, ga ke ajak juga ga apa-apa, atau nggak diangkut terakhir juga ga apa-apa, resiko profesionalitas.</p>
<p>Alhamdulillah wa syukurillah, semua pilihan itu tidak terjadi, nida dapet pesawat yang cukup baik untuk penerbangan ke pulau tersebut. Pertama-tama, nida persiapan bawa barang sekecil mungkin, meskipun menurut buku sejarah nd, nida tak pernah bawa tas kurang dari 1 kilo, plus gak pernah punya tas kecil, kalau pun punya sering dobol alias jebol. Ya yang penting udah diusahain, dua tas cukup, meskipun satu ransel besar dan tas jinjing, All right.</p>
<p>Pertama kali masuk wilayah bandara, baru tau kalau masuknya mesti bawa KTP, alhasil riweuh deh nyari KTP secara dompet udah dimasukin ke ransel, pikiran sih “masukin aja nih dompet ke ransel, di pesawat mah jarang copet, lagi pula nggak bisa jajan di jalan”. KTP pun ketemu, misi pertama sukses. Misi ke dua, nida juga baru tau kalau di bandara di kota Bandung sekaligus bandara yang baru dikunjungi selain bandara di Jakarta, pas dateng langsung periksa barang, secara nida biasanya anter jemput ortu doang dan biasanya diperiksanya di dalem pisan, maklum parameternya kota Jakarta. Abis angkat angkat barang bersama (barang-barang buat lomba tim) plus ransel, nida dengan polos langsung masuk ke pusat bandara, tapi PARAH pisan cuy, kite’ kena cegat. “Pak, tas saya udah di masukin kok pa, tuh liat, ga ada apa-apa kan, kok ga boleh masuk ?” dengan polosnya awak berargumen. Bapaknya dengan senyum kecut plus rada kesel berkata,”Iya Mbak, tapi itu ranselnya belum diperiksa, masih digendong.” Astagfirullah, tengsin pisan, hehehehe, ranselnya masih dipake belum diperiksa, ya iya lah, ngotot lagi, muka riweuh plus malu, akhirnya cengar-cengir sendiri. Maklum tapi pas masuknya riweuh abis ga ngerti, takut ketinggalan lagi, ah nida nida LEBAY.</p>
<p>Ok, selanjutnya menunggu, biasanya kalau mau pergi-pergian nida menyetor dulu alias buang air kecil dulu, biar ga di jalan (Maksudnya di dalam perjalanan ke pengen ke kamar mandi, riweuh), maklum anak G-BES (Baca : ji bes, alias geng beser). Karena takut ketinggalan ya udah ditunda dulu, koper-koper di masukin bagasi, tiket udah di pegang, tinggal nunggu panggilan pesawat berangkat. Secara nida masih kuper, ketika pesawat yang digunakan akan berangkat, nida cepet-cepet cari temen, dan ambil posisi di tengah-tengah, soalnya biar tau tata caranya lewat orang di depan (akal cerdas kan ????, biar nggak nora en malu-maluin).  Dan yang special sebelum berangkat, dan sekaligus menjadi perdebatan sengit, Mbak-Mbak petugas pengumuman tuh sering bilang “Please your attention, for all passangers bla … bla …”, nah kata temen kit amah “Attention please, for all costumers, bla … bla … “ Ah, itu mah suka-sukanya ‘mbak-mbak pengumuman’ mau opsi A atau B, Ya Kan????.</p>
<p>Pintu pemeriksaan beres, tinggal nyari pesawat, hehehe, seneng pisan pas di tengah-tengah banyak pesawat, berasa artis mau konser, cari pesawat oy. Kebetulan plus Alhamdulillah, temen nida yang di depan nanya ke Mas-Mas penjaga pesawat mengenai nomer kursi, Masnya menjawab plus ketawa, ni anak style-nya udah yoi mari, tapi kayak baru pernah naik pesawat, Don’ waro be happy, akhirnya awak tau harus duduk dimana tanpa bertanya, GOOD Job!</p>
<p>Misi Selanjutnya, nida maksa duduk di pinggir, soalnya emang ga betah duduk di tengah atau di pojok, pokonya PW-nya deket jendela, pengen liat pemandangan, kayak di tipi-tipi gitu.  Di depan ada temen yang udah sering naik pesawat tapi kaya pura-pura katro demi mencari perhatian mbak-mbak pramugari, gini hari cara GOKIL? Karena sudah nyoba masukin ransel besar ke loker atas ga bisa, akhirnya tak gendong wae’, kaya penumpang bus malam gitu deh, trus ada Mas-mas pramugara nyamperin, “Mbak Ranselnya mau di keatasin ?”. Terus nida bilang,”Nggak usah mas, Ranselnya ke-gede-an , Nggak akan muat”, secara di bus manapun,tas ini plus laptop di dalemnya ga pernah masuk di loker bus, pasti selalu di pangku. Mas-Mas pramugara itu langsung mengambil tas ransel nida dan langsung taruh di atas tanpa halangan yang berarti, malu, awak Cuma cengar-cengir plus cengangas-cengongos, kalau menurut terawangan ke-suuzonan, kayaknya tuh pramugara di dalem ati bilang “nih orang botoy maroy maboy pisan, Gue nih udah jadi pramugara lama, Gue tau mana yang bisa sama nggak bisa masuk loker atas pesawat.”</p>
<p>Sebelum penerbangan terjadi, pertama kali dalam sejarah, ngeliat pramugara meragain cara pake sabuk, secara kita serius banget liatnya, soalnya kalau sabuk pengaman banyak bermasalah, alias kagak muat, harus dioprek-oprek, selanjutnya cara pake masker, dan yang paling seru cara pake pelampung, nida ampe ngapalin, mulai dari bahasa inggris sampe bahasa Indonesia, maklum ambisi jadi pramugara, kali aja ada apa-apa kite udah siap, kata orang sih kurang kerjaan ngapalin gaya gerak ma bahasanya, abis lucu sih.</p>
<p>Misi selanjutnya, di jendela pesawat keliatan pesawat lagi mundur dan persiapan mau melandas, karena ada tutupnya di kira bisa di buka, taunya Cuma biar mau/nggak liat pandangan luar, bukan bisa di buka, ya iya lah masa iya bisa di buka???. Pas pengecekan, ternyata pisau buat motong pisang perabot buat pameran kena sita, dan parahnya tiket ketua kelompok disita, tapi yang lebih parahnya, tiket dosen yang kesita karena masalah teknis yang keburu-buru. Ok lah, no problem.</p>
<p>Pas di pesawat, penumpang lain ga nyaman, soalnya kite pada poto-poto, padahal kan ga boleh, maklum ga tau, sekarang mah ga lagi deh, trus bis itu kita paling rebut sampe diomongin sepesawat, maklum kesenengan. Pas mau mendarat transit, tuh pesawat tiba-tiba berguncang, penumpang yang lain diem, tapi awak malah teriak setengah kenceng dan jain “Astagfirullah, Astagfirullah”, orang-orang pada ngeliatin, tapi kite’ tetep pede, Sabodo dari pada berpulang ga inget Allah, kan Astagfirullah, na’uzubillah.</p>
<p>Pas penerbangan lanjutan, seorang dosen salah mencet hingga pramugari dateng, padahal beliau udah sering, untung kite’ gak pencet-pencet padahal tadinya pengen di cobain, mana yang lampu, mana yang ac, mana yang lain-lain.</p>
<p>Pas penerbangan pulang, karena udah pengalaman, stay cool, tapi tetep tepat waktu meskipun delaynya terlalu banyak. Cuma rada aneh, pas naek pesawat harus numpang bis dulu, mana berebutan dan keburu-buru, padahal kan ga akan ditinggalin dan ga kebagian-kebagian amat (Iya Ga sih ?). Alhasil nida mengucap syukur, Allah mengizinkan nida naik pesawat, seneng sih, banyak pengalaman, pelajarannya juga banyak, yang terpenting kita harus cepet adaptasi dan selalu mendekatkan diri kepada Allah, semoga Allah selalu memberikan perlindungan dan kesempatan serta kesuksesan yang luar biasa. Semoga Punya kesempatan lagi naik pesawat keliling Indonesia, Dunia, dan yang terpenting bisa ke Mekah untuk ibadah sekeluarga, syukur-syukur keluarga besar. Amin Ya Rabbal’alamin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=46&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2010/09/20/penerbangan-pertama-please-your-attention/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2010/09/img_2647.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2647</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah hujan &#8230; masih ada pelangi &#8230;</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2010/08/12/setelah-hujan-masih-ada-pelangi/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2010/08/12/setelah-hujan-masih-ada-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 12:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Sumber gambar : travelblog.com Hari ini, Sabtu, 7 Agustus 2010, kutulis secarik kisah kehidupanku, tak ada maksud untuk apapun, aku hanya ingin berbagi. Semoga menjadi sebuah inspirasi untuk seluruh kawan-kawan seperjuangan yang lain, tetaplah optimis walau semuanya tak sesuai keadaan, Tetaplah yakin bahwa semua ini Allah sudah atur seindah mungkin. Perjalan ini kuawali dari kegagalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=37&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nidacps007.files.wordpress.com/2010/08/pelangi2.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-44" title="pelangi" src="http://nidacps007.files.wordpress.com/2010/08/pelangi2.jpeg?w=540" alt=""   /></a></p>
<p>Sumber gambar : travelblog.com</p>
<p>Hari ini, Sabtu, 7 Agustus 2010, kutulis secarik kisah kehidupanku, tak ada maksud untuk apapun, aku hanya ingin berbagi. Semoga menjadi sebuah inspirasi untuk seluruh kawan-kawan seperjuangan yang lain, tetaplah optimis walau semuanya tak sesuai keadaan, Tetaplah yakin bahwa semua ini Allah sudah atur seindah mungkin.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Perjalan ini kuawali dari kegagalan yang kualami untuk kesekian kali, yang sudah membuatku berputus asa, tetapi kekuatan Allah selalu menopangku agar selalu berdiri, melawan semua ketidakberdayaanku, satu hal yang selalu ada dalam hidupku, ketika Allah memberiku kesempatan dan jalan, disitulah aku sebenarnya bisa berdiri, aku bisa bertahan, dan Allah beri itu untukku bukan untuk meratapi kegagalan yang terjadi, tetapi ada taman kupu-kupu yang indah, walaupun aku harus menunggu mereka menjadi kepompong.</p>
<p>Suatu hari, entah aku lupa kapan tepatnya, aku mendapatkan informasi mengenai sebuah pelatihan keprofesian yang diadakan PROINOV KM ITB, acaranya mungkin sangat sederhana, meski sejujurnya awalnya karena ada sertivikat, tetapi sungguh aku merasa termotivasi, melihat banyak orang berprestasi, mengejar impian, yang semula tak pernah terbayangkan, bayangkan seorang Aku, bisa seperti mereka, entah mengapa aku selalu merasa aku tak berhak, padahal kesuksesan adalah hak setiap orang dan semua orang bisa memiliki. Setelah aku mengikuti acara tersebut, aku bertekad ingin mencoba seperti mereka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang setiap tahunnya diselenggarakan, apa salahnya mencoba, kita tak kan pernah tau rasa kehidupan jika tak pernah mencoba, saatnya mencari rekan …..</p>
<p>Siang itu, selepas solat zuhur, aku menyandarkan kepalaku ditembok mushala kampusku, aku mencoba berbincang dengan beberapa kawanku, menawarkan mengikuti PKM, sayang tak seorangpun yang menyanggupi, ada yang sibuk, ada yang sudah memiliki kelompok, dengan berbagai alasan yang aku akui itu hak mereka, dan bagiku tak mengapa, aku mengerti, setiap orang memiliki prioritas dan kepentingan, aku menghargai, tapi aku tak putus asa, aku harus tetap mencari rekan. Namun, entah bagaimana ceritanya, seorang temanku mengikuti jejakku, menyandarkan kepalanya di tembok mushala, dan kami pun mengobrol , sebelumnya aku tak langsung menawarkan program itu padanya, karena aku tau beliau orang sibuk dan padat, namun entah juga mengapa obrolan kami semakin berbau ilmiah, tiba-tiba membahas daun putri malu, bonggol jagung, biji pepaya, namun diakhir percakapan, aku mencoba menawarkannya membuat tim bersamaku, aku tidak berharap banyak, namun di luar dugaan beliaupun menyanggupi, kami pun bersepakat mencari tema yang tepat, tapi timbul masalah baru, kami masih berdua ….</p>
<p>Siang hari berikutnya, di waktu yang sama seperti kemarin, aku bertemu dengan seorang kakak kelas, yang begitu ku hormati, karena keanggunannya, lalu kuberanikan diri untuk bertanya, apakah beliau berminat dengan PKM, lalu beliau mengiakan, dan ternyata, beliau mengajak 2 rekan se-lab yang lain, dan akhirnya tim kami terbentuk. Alhamdulillah.</p>
<p>Kami mencari berbagai literature, mencari tema, dan mencari pembimbing, dan akhirnya setelah berbagai pergantian judul, maka di H-1 kami memilih sebuah judul atas saran pembimbing kami, dengan pengembangan yang kami buat aplikasi di masyarakat. Walaupun sebenarnya hal itu begitu mengherankan pembimbing kami, karena harus melibatkan masyarakat. Tapi bagi kami, mengaplikasikan ilmu pada masyarakat jauh lebih baik.</p>
<p>Hari-hari bersama kami lalui, aku masih ingat ketika kami mengonsep bersama tentang program ini pada masyarakat, membuat proposal hingga malam, buru-buru menjilid karena sudah deadline, dan sebagainya, dan akhirnya Alhamdulillah proposal kami didanai. Dan saatnya kami terjun ke masyarakat.</p>
<p>Masih ku ingat, berbagai rintangan yang kami hadapi, mulai dari masyarakat yang awalnya sedikit mengikuti program kami, kami harus hujan-hujan, kami harus panas-panasan, kami harus keliling RW, kami harus berceramah bak tukang obat, kami harus berdeadline dalam mempersiapkan semuanya. Rasa malu, rasa letih sudah tak kami rasa. Yang masih membuatku kuat adalah sahabat-sahabat satu timku, yang tak pernah mengeluh, resah, khawatir, dan penyakit pembuat putus asa lainnya, mereka justru optimis, tersenyum, dan selalu ikhlas, dan itu pelajaran berharga untukku, yang masih menguatkanku, bahwa ilmu ini untuk umat, bukan untuk kita seorang.</p>
<p>Dan Subhanallah, Allah memberikan kami kesempatan untuk menuju perlombaan tingkat nasional di Bali, dan disitu aku menangis, begitu terenyuh, Mengapa Aku yang selalu mengeluh, aku yang selalu bersedih, Allah beri kesempatan yang luar biasa, entah menurut orang lain seperti apa, tetapi bagiku ini begitu berharga, masih ingat saat ku tulis di sebuah kertas tentang targetku 10 tahun kedepan, dan aku menulis, aku ingin naik pesawat, aku ingin pergi ke bali, dan aku ingin memenangkan lomba skala nasional, dan aku masih ingat, itu target tahun kedua dari 2009, dan semuanya datang lebih cepat, Maha Besar Allah.</p>
<p>Tetapi, yang terpenting bukan itu. Meski ku akui berpisah dengan rekan-rekan seperjuanganku berat, tetapi kami memiliki kehidupan masing-masing, yang kutangisi bukan perpisahan kami, tetapi untaian doa yang selalu mereka panjatkan untukku dan untuk kami, semoga untaian doa itu tak pernah lekang oleh waktu. Dan semua pengalaman itu, memberiku banyak pelajaran berharga. Ketika kita menghargai hidup, maka bermanfaatlah untuk orang lain, ketika kita menemukan kesedihan, berhentilah menangis dan mengumpat, tetaplah tenang dan bersabar, karena sedih tak akan pernah lama, dan karena Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan makhluknya.</p>
<p>Sungguh, kehidupan ini begitu maya, terkadang kita mengutuk keadaan, padahal sebenarnya kita yang tak sabar menunggu secercah cahaya itu tiba.  Jalan Allah itu selalu indah, kita selalu melihat perjalanan ini seperti duri, tanpa kita pernah berfikir bahwa duri itu bisa disingkirkan, dan kita bisa merajutnya menjadi hiasan taman.</p>
<p>Maha Sempurna Allah dan Maha Besar Allah ….</p>
<p>Semoga bisa menjadi insan yang lebih mendekatkan diri kepada-Nya</p>
<p>Menjadi insan yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama ….</p>
<p>Insya Allah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=37&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2010/08/12/setelah-hujan-masih-ada-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.files.wordpress.com/2010/08/pelangi2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">pelangi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengutai Makna &#8230; Merajut Kehidupan &#8230; Meretas Rasa Syukur</title>
		<link>http://nidacps007.wordpress.com/2010/06/11/mengutai-makna-merajut-kehidupan-meretas-rasa-syukur/</link>
		<comments>http://nidacps007.wordpress.com/2010/06/11/mengutai-makna-merajut-kehidupan-meretas-rasa-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 14:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidacps007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nidacps007.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini mentari terlihat tidak bersahabat, mendung, awan kelabu pun perlahan menutupi, Entah mengapa. Disaat beberapa kawan lain sibuk mencari tempat untuk nonton piala dunia perdana, dan kawan lainnya mempersiapkan euforia piala dunia, aku masih terlihat kurang bersemangat, bukan karena bola, tapi sesuatu hal yang mengganjal sejak 3 hari lalu, padahal jujur aku sangat sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=32&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini mentari terlihat tidak bersahabat, mendung, awan kelabu pun perlahan menutupi, Entah mengapa. Disaat beberapa kawan lain sibuk mencari tempat untuk nonton piala dunia perdana, dan kawan lainnya mempersiapkan euforia piala dunia, aku masih terlihat kurang bersemangat, bukan karena bola, tapi sesuatu hal yang mengganjal sejak 3 hari lalu, padahal jujur aku sangat sekali suka bola, bola adalah inspirasi, bagiku bola bukan hanya sebuah permainan, tapi cobalah kita melihat bola dari sudut pandang lain, ketika kita berada di lapangan seolah-olah itu panggung kehidupan, ketika bermain seolah-olah kita sedang menjalaninya, bukan egoisme yang ditunjukkan untuk menjadi bintang yang mendapatkan sepatu emas saja, tetapi bagaimana kita bekerja sama dan menaruh pula harapan pada orang lain untuk mendapatkan tujuan mulia, kemenangan, kemenangan dengan arti luas, bukan hanya aku yang memasukan gol, atau temanku, tapi semua orang yang di sekitarku. Bagiku bola bukanlah sekedar permainan yang harus berakhir ricuh, tapi bagaimana kau menghargai teman, menghargai perjuangan, dan yang terpenting adalah berbuatlah yang terbaik, bukan untuk dirimu tetapi orang-orang disekitarmu.</p>
<p><img title="Selebihnya..." src="http://nidacps007.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>Rasa tak semangat itu kembali ku enyahkan, ku coba untuk mencari topik baru, menghilangkan segala sedih yang ada, tapi entah mengapa, bukannya aku mencari hal yang lebih inspiratif, tetapi malah mentertawakan dan menjahili seorang kawan, aku tertawa lepas, tapi sejujurnya tak bermanfaat, kesenangan sesaat. Rasa ini masih hambar, aku masih gelisah, mungkin Allah tak mengendaki kebahagian dengan cara buruk, menjahili orang lain. Astagfirullah.</p>
<p>Pukul 14.00, aku dan beberapa kawanku bergegas menjenguk seorang dosen kami, dosen yang baik dan juga inspiratif, memang kami sudah berencana sejak rabu lalu, tetapi selalu saja ada halangan, entah aku sendiri yang tidak memprioritaskan atau entahlah &#8230;</p>
<p>Sejujurnya, sejak aku tidak menjadi mahasiswa kedokteran dan beberapa hal yang membuat traumatik menstimulus syaraf-syarafku untuk mengatakan ‘aku takut’, ya memang aku memiliki ketakutan yang berlebihan pada rumah sakit dan kawan-kawannya, dulu pernah sewaktu kecil sebuah operasi harus ku jalani, pengambilan dalah hampir 7 kali, dan karena usiaku masih kecil semua itu tidak jadi, alhasil aku hanya merasakan sakit yang teramat sangat. Lain lagi dengan klinik di sekitar rumahku, seorang dokter yang kini sudah almarhum, mengambil plester luka dan gunting, aku menjerit, karena ku pikir akan dioperasi, padahal beliau hanya ingin mengobati luka dikakinya, aneh. Namun sejak aku berambisi menjadi dokter, semuanya ku hilangkan, dulu yang takut, sekarang mencoba sok berani, padahal jadi salah tingkah, tetap saja gemetar. Tapi entah, tidak bermaksud frustasi, tapi semua ketakutan itu muncul kembali, sejak aku melihat seorang tertabrak hingga luka parah, hingga adikku masuk rumah sakit, dan hal-hal menakutkan lainnya, yang membuatku takut dan selalu berfikir negatif tentang semua itu.</p>
<p>Meski keadaan itu perlahan mulai ku coba, meskipun terkadang aneh, aku cukup ahli mengambil sampel darah dalam volume amat kecil, karena biasanya ketika aku diperiksa darah, aku selalu mengambilnya sendiri, tak mau dengan orang lain, alhasil semuanya terlihat aneh. Ya meskipun begitu, aku terus berusaha, dan semua itu sedikit reda sejak kakekku meninggal dunia, beliau meninggal karena tak bisa mendapatkan darah dengan golongan sama, dan semenjak itu, jika aku ada kesempatan dan kondisiku memungkinkan aku mulai mencoba berdonor, meski aku harus melawan jarum suntik yang sebenarnya tidak begitu sakit tapi fobiaku yang berlebihan, meskipun darahku terlampau banyak orang memiliki, tetapi apa salahnya, semoga tak ada orang lain yang mengalami hal seperti kakekku.</p>
<p>Masih seputar rumah sakit, ketika ku datang ku mendapati ruang GICU, seolah semua itu hadir kembali. Rumah sakit yang sama ketika kakekku berpulang, kondisi yang sama, sedih. Dengan sedikit gemetar aku memberanikan diri masuk ke ruangan yang menurutku menakutkan. Dan seketika perasaanku luluh, melihat beberapa orang dalam pembaringan, semuanya sedang melawan sakit yang teramat sangat, pacu jantung bekerja, belalai-belalai menyakitkan terpasang, semua dokter dan perawat sibuk mengamati kondisi pasien,  semua tegang, doa-doa berpilin ke langit memohon kesembuhan kepada Sang Khalik. Sedih, betapa seharusnya aku bersyukur dengan keadaanku sekarang, Allah masih memberiku nikmat sehat, ketika sakit datang semuanya tidak berguna, uang, jabatan, atau kehidupan dunia lainnya, tapi hanya sehat yang diinginkan. Perih, melihat seorang pasien jantungnya melemah dan semuanya sibuk, aku masih terdiam, aku tak bisa berbuat apa-apa. Dan ketika sampai aku melihat dosenku, rasanya perasaan ini berkecamuk, entah, entah apa lagi yang kurasakan saat itu, dosenku yang selalu semangat dan inspiratif, kini sedang berjuang melawan sakitnya, semoga Allah berkenan memberi kesembuhan, Allah tau apa yang terbaik untuk hamba-Nya, “Pak, terima kasih banyak untuk segala ilmunya, semoga cepat sembuh, terus semangat berjuang, dan semoga keluarga bapak terus semangat dan diberi kekuatan, Semoga Allah memberikan kesembuhan” Tanpa sepatah katapun, aku kembali keluar. Perih sekali hati ini, aku jadi teringat kondisi kakekku dulu, sama, aku harus merasakan hal yang sama, sama perihnya.</p>
<p>Terkadang kita sering lupa, bahwa Allah selalu memberi keindahan dan kenikmatan yang tiada duanya, akal untuk berpikir, paru-paru untuk bernafas, dan segala kenikmatan lainnya, namun sering sekali tidak bersyukur dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Dan kita terkadang mengagungkan dunia, tanpa kita sadar bahwa kehidupan yang sebenarnya akhirat. Kita lupa.</p>
<p><em>“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”<br />
<strong>QS. ar-Rahman (55) : 13</strong></em></p>
<p>Papan pengumuman di luar ruangan tersebut bertuliskan nama pasien, alamat, dan umur, semuanya bervariasi, bukan hanya tua muda ataupun hal-hal spesifik lainnya, dan aku sadar semua ini rencana Allah, semua ini menjadi hikmah. Keluarga pasien setia menunggu dan berdoa sekuat tenaga semoga secercah harapan datang, tidak ada kata pesimis, Jika Allah berkehendak, semuanya mungkin, Kun Fayakun &#8230;.</p>
<p>Ya Rabb, yang menguasai hati-hati ini, mungkin hati ini resah karena ujian, mungkin hati ini gelisah karena hal yang tak bermanfaat, dan mungkin syukur ini tak pernah yakin  ku lakukan. ‘Aku ikhlas dan aku bersyukur’ dan kata itu hanya di mulut, tidak merasuk ke dalam hati, menstimulus otak, dan menghantarkan pesan ke seluruh tubuh, aku salah. Ya Rabb, semoga jika Engkau memberiku kesempatan, berikanlah aku kekuatan untuk memanfaatkan sebaik-baiknya, jangan jadikanku hamba yang merugi &#8230;. Karena sesal tidak pernah bisa mengembalikan semua yang terjadi &#8230;.</p>
<p>Menjadi orang yang kuat, tegar dan bijak, bukan mengandalkan ketakutan ataupun traumatik, masa lalu itu penting, tapi bukan untuk menghambat berbuat baik, trauma itu ada tetapi bukan bayangan kehidupan. Bersyukur dan ikhlas menghadapi semua, Allah tau jalan yang terbaik, dan semuanya itu mungkin membuat kita lebih dewasa dan lebih memaknai hidup, belajar menjadi insan yang lebih baik. Insya Allah&#8230;.. Amin Ya Rabbal &#8216;alamin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nidacps007.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nidacps007.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nidacps007.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nidacps007.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nidacps007.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nidacps007.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nidacps007.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nidacps007.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nidacps007.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nidacps007.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nidacps007.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nidacps007.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nidacps007.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nidacps007.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nidacps007.wordpress.com&amp;blog=4084300&amp;post=32&amp;subd=nidacps007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidacps007.wordpress.com/2010/06/11/mengutai-makna-merajut-kehidupan-meretas-rasa-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa8ae02f896e2cd845255aa640f0a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nidacps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nidacps007.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
